<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-30316191270337360</id><updated>2011-07-29T02:03:35.439-07:00</updated><category term='pemikiran Islam'/><category term='ibn Taimiyah'/><category term='Islam Nusantara'/><category term='kebesaran Allah'/><category term='salaf'/><category term='Ilmu pengetahuan'/><category term='hanbali'/><category term='jamaah tabligh'/><category term='Asy&apos;ariyah'/><category term='orientalis'/><category term='studi Islam'/><category term='Kaidah fikih'/><category term='Ismailiyyah'/><category term='dakwah'/><category term='Mesir'/><category term='ilmu kalam'/><category term='Ja&apos;fariyyah'/><category term='Tunduk'/><category term='fikih'/><category term='sekte Islam'/><category term='studi agama'/><category term='Zaidiyyah'/><category term='riset agama'/><category term='religion'/><category term='Jabbariyah'/><category term='Mu&apos;tazilah'/><category term='career'/><category term='eksakta'/><category term='Syiah'/><category term='organisasi islam'/><category term='aliran kalam'/><category term='khalaf'/><category term='qowaid fiqh'/><title type='text'>Islamic Studies</title><subtitle type='html'>Sepanjang hari memikirkan pergolakan pemikiran sepanjang sejarah. Ehem....</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://msibki3.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316191270337360/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://msibki3.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>yaser amri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12979307396815290338</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_wvLA6sr3d70/SVXYONdhn_I/AAAAAAAAAKw/rJLLtrivHmE/S220/neo.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>15</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30316191270337360.post-7286458431797841446</id><published>2010-08-23T22:38:00.000-07:00</published><updated>2010-08-23T23:17:30.038-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam Nusantara'/><title type='text'>Menilik Teori India*</title><content type='html'>The outstanding fact of the history of South-East Asia in the 12th century was the rise of  a Muslim kingdom, Samudra Pasai. Many historians believe that the said period was the turning point of islamization in Indonesia by the Indians. Therefore, Snouck Horgronje held that Islam which was received by Indonesian already experienced a process of adaptation towards the world of Hinduism. This made it easier for this new religion to accomodate once again with to a degenerated Hinduism. The latter Indonesian Muslim then re-analyzed the historical facts regarding the emergence of Islam in the archipelago which, come to the conclusion that the religion might come in the first century of Hegira brought by the Arabs directly from the land of Arabia. After the two Seminars which were held in Medan and Kuala Simpang stated that Islam came  to Indonesia through the direct contact with the Arabs resulted to the rise of two theories called Theory of India  and the Theory of Arab. The theory of India has often been attacked and defended since, but not really subtituted. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;A. PENDAHULUAN&lt;br /&gt;     Hubungan antara anak benua India dengan Nusantara sudah ada setidaknya sejak abad ke-2 Masehi. Peninggalan kerajaan-kerajaan Hindu dan Budha adalah saksi sejarah adanya interaksi dan pembauran antara kedua bangsa tersebut. Setelah Islam masuk dan menyebar di Nusantara ternyata didapati Islam yang ada di Nusantara berbeda dengan Islam yang ada di tempat asalnya, Arab Saudi dan Jazirah Arab pada umumnya (Azra, 2004: xix). Hal ini bisa disebabkan oleh 3 kemungkinan. Kemungkinan pertama adalah karena Islam di Nusantara mendapat pengaruh lokal sehingga berbeda dengan Islam yang ada di Timur Tengah. Kemungkinan kedua adalah Islam yang datang ke Nusantara memang berbeda dari Islam yang ada di Timur Tengah karena sudah mendapat pengaruh daerah lain sebelum sampai ke Nusantara. Kemungkinan ke-tiga dan menurut penulis ini yang paling mungkin, yaitu gabungan antara kedua kemungkinan tersebut di atas. Artinya Islam yang datang memang sudah mendapat pengaruh luar, kemudian ditambah pula dengan masuknya pengaruh lokal.&lt;br /&gt;     Intelektual Muslim Nusantara tidak merasa nyaman bila dikatakan bahwa Islam yang datang ke Nusantara bukanlah Islam yang asli. Selain alasan prestise, mereka memang mendapatkan bukti-bukti sejarah tentang keberadaan orang Arab di Nusantara pada masa-masa awal Islam, sehingga untuk mengatakan bahwa tradisi Islam di Nusantara tidak punya kaitan dengan Timur Tengah adalah tidak tepat. Azra mendapatkan hubungan Nusantara dengan Timur Tengah dalam masalah keilmuan dan keagamaan sudah dimulai setidaknya sejak abad XVII Masehi (Azra, 2004: xix). Bahkan diyakini bahwa Islam datang ke Nusantara pada abad I Hijriah langsung dari Arab, sebagaimana dihasilkan oleh seminar di Medan tahun 1963 dan Kuala Simpang tahun1980 tentang masuknya Islam ke Indonesia (Daulay, 2007: 12)&lt;br /&gt;     Bagaimanapun, fakta bahwa tradisi Islam di Nusantara berbeda dengan tradisi Islam Timur Tengah, masih menyisakan pertanyaan. Tradisi Islam tersebut tentunya terbentuk selama berlangsungnya proses islamisasi di Nusantara. Proses islamisasi ini melewati beberapa saluran, diantaranya yang paling berpengaruh adalah pendidikan dan sufisme, disamping perdagangan, perkawinan dan kesenian. Dalam proses islamisasi tersebut, tidak dapat dipungkiri pentingnya peran beberapa ulama muslim India atau keturunan India – tanpa niat mengecilkan peran ulama Arab. Bahkan dalam pembaruan pendidikan Islam di Indonesia masih didapatkan peran ulama muslim India secara signifikan.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;B. TEORI KEDATANGAN ISLAM DI NUSANTARA&lt;br /&gt;     Sebuah kenyataan yang tak mungkin lagi dipungkiri bahwa tanah kelahiran Islam adalah Arab, sehingga di mana pun di belahan dunia ini, Islam menjadi identik dengan Arab. Terlahir sebagai orang Arab adalah sebuah keberuntungan setidaknya karena berbagi tempat kelahiran dengan Islam sekaligus menguasai bahasa kitab suci agama tersebut. Nampaknya ada suatu kebanggaan bila dalam tubuhnya mengalir darah Arab, walaupun sudah sulit ditelusuri pangkalnya. Di India, orang yang memakai nama belakang Siddique dipercayai sebagai keturunan Abu Bakar, Farooqi sebagai keturunan Umar. Sayyid atau Syed yang dicantumkan di depan namanya menunjukkan dia adalah keturunan Ahlul bait. Nama-nama Arab pun banyak dipakai sebagai marga yang diberikan secara turun menurun seperti Anshari, Qureshi dan lain sebagainya. Ini menunjukkan bahwa darah nenek moyang mereka sudah bercampur dengan darah Arab. &lt;br /&gt;Karena Islam bermula dari Arab, maka tentulah orang Arab yang paling bertanggungjawab dengan tersebarnya Islam ke sebagian besar daerah di dunia. Masuknya Islam ke Indonesia berbeda dengan di India. Islam masuk ke India melalui Sindh dan Multan dalam bentuk penaklukkan yang dipimpin oleh Muhammad bin Qasim di bawah perintah langsung dari khalifah bani Umayyah, penguasa Timur Tengah. Sebaliknya, tidak ada penaklukkan dalam sejarah masuknya Islam ke Indonesia sebagaimana yang terjadi di India. &lt;br /&gt;Sejarawan sepakat bahwa masuknya Islam ke Nusantara – melalui Sumatera bagian utara – murni merupakan keberhasilan dakwah secara damai, tanpa penaklukkan dan pertumpahan darah. Namun masih ada daerah yang blur dalam ranah sejarah kedatangan Islam ke Indonesia, paling tidak tentang 3 hal: Tempat asalnya, pembawanya dan waktu kedatangannya. Ada beberapa teori menyangkut kedatangan Islam ke Nusantara. Teori yang pertama adalah teori India, yang mengatakan bahwa Islam datang ke Nusantara melalui India pada abad 12 Masehi. Teori ini didukung oleh ilmuwan-ilmuwan Belanda, diantaranya Pijnappel, Moquette, Kern, Winstedt, Bousquet, Vlekke, Gonda, Schrike, Hall dan Snouck Hurgronje (Azra, 2004: 2-4). Teori yang berseberangan dengan teori India adalah teori Arab. Teori ini mengatakan bahwa Islam datang ke Nusantara langsung dari Arab. Pendukung teori ini adalah Crawfurd, Niemann dan Naquib Al-Attas. Selain Naquib Al-Attas ada sejumlah ilmuwan keturunan Arab lainnya yang gigih mempertahankan teori ini.&lt;br /&gt;1. Waktu kedatangan Islam ke Nusantara&lt;br /&gt;     Teori yang mempercayai bahwa Islam masuk pada abad 12 Masehi berlandaskan pada kunjungan Marco Polo dan Ibnu Bathutha ke daerah Aceh pada tahun 1292 Masehi. Menurut keterangannya, rakyat Perlak sudah menganut agama Islam (Yunus, 1996: 11). Ia juga menegaskan adanya kesultanan Islam Samudra Pasai (Shihab, 2009: 6). Begitu juga dengan Ibnu Bathutha (1325 M), dalam perjalanan pulang-pergi ke Tiongkok ia singgah di Pase yang diperintah oleh seorang raja bernama Al-Malikuz Zahir (Yunus, 1996: 11). &lt;br /&gt;Teori penentuan abad XII Masehi sebagai kedatangan pertama Islam di Nusantara memang sangat lemah. Mahmud Yunus beralasan bahwa pada abad XII Masehi sudah banyak ahli agama yang termashur di Aceh. Ini menandakan bahwa Islam sudah masuk sebelum itu karena tidak masuk akal bila sudah ada orang yang ahli dalam Islam ketika agama itu baru memasuki daerah tersebut. Alwi Shihab memperkuat sangkalan itu dengan mengatakan bahwa kunjungan Marco Polo bukanlah awal masuknya Islam ke Aceh. Keberadaan muslim waktu itu menunjukkan bahwa Islam sudah ada di Nusantara jauh sebelum kunjungan Marco Polo (Shihab, 2009: 7 – 8). Sangkalan yang lebih kuat lagi adalah adanya kerajaan Islam Perlak pada tahun 840 Masehi dengan rajanya yang pertama Sultan Alaiddin Sayyid Maulana Abdul Aziz Syah. Temuan ini dilontarkan oleh Hasjmy setelah mengkaji naskah-naskah kuno, seperti kitab Idharul Haq karangan Abu Ishaq Makarani Al- Fasy, Tazkirah Jumu Sulthan As-Salathin karangan Samsul Bahri serta kitab silsilah raja-raja Perlak dan Pasai (Hasjmy, 1989: 144)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tempat asal kedatangan Islam ke Nusantara&lt;br /&gt;     Sebagaimana telah disebutkan di atas bahwa tempat asal Islam adalah Jazirah Arab sehingga tak ayal Islam menjadi identik dengan Arab. Kemanapun Islam pergi, ia tak akan terlepas dari pengaruh tradisi daerah asalnya. Begitu juga sebaliknya, tradisi asli daerah tertentu akan tetap berpengaruh terhadap agama yang baru datang. Seno Harbangan Siagian dalam Shihab mengatakan bahwa setiap orang Indonesia bagaimanapun majunya tetap terpengaruh oleh agama asli yang sedikit banyaknya melekat pada keyakinan barunya (2009: 1). Bila kita terapkan konsep yang ditawarkan Siagian pada konteks tradisi Islam di Indonesia maka bisa dikatakan bahwa Islam setelah datang ke Indonesia mendapat pengaruh agama yang sudah ada sebelumnya yaitu Hindu dan Budha yang juga sudah mendapat pengaruh agama asli Indonesia sebelum datangnya Hindu dan Budha itu sendiri. Maka, bercampurlah tradisi Arab, Hindu, Budha, dan Aninisme dalam tradisi muslim Indonesia.&lt;br /&gt;     Sesuatu yang masih menjadi perdebatan panjang menyangkut tempat asal kedatangan Islam di Nusantara adalah apakah agama Muhammad tersebut langsung datang dari Arab, sehingga tradisi muslim Indonesia yang tercipta memang seperti yang telah dijelaskan di atas atau agama tersebut sudah singgah lebih dulu di India sebelumnya yang nota bene rakyatnya juga adalah pemeluk agama Hindu dan Budha. Pijnappel berpendapat bahwa Gujarat dan Malabar adalah asal muasal Islam di Indonesia. Hal ini dikarenakan Malabar bemahzab Syafi'i dalam fiqh sama seperti di Indonesia. Sementara Gujarat, menurut Moquette, batu nisan yang dipakai umat Islam di sana sama dengan yang ditemukan di Pasai bertanggal 27 September 1428 Masehi. Batu nisan ini juga mirip dengan makam Maulana Malik Ibrahim (wafat 1419) di Gresik. Namun, Fatimi justru melihat bahwa batu nisan tersebut berasal dari Bengal sehingga dia mengatakan asal muasal Islam di Indonesia adalah Bengal, tapi hujjah ini sulit diterima karena Muslim di Bengal bermazhab Hanafi. Winstedt mengemukakan bahwa karena seluruh batu nisan di Bruas, Pasai dan Gresik didatangkan dari Gujarat, maka tentu Islam juga diimpor dari sana. Teori ini dibantah oleh Marrison. Walaupun batu-batu nisan tersebut didatangkan dari Gujarat, ataupun Bengal, tidak lantas menandakan bahwa Islam berasal dari sana. Menurut Marrison ketika raja pertama Samudra Pasai wafat, Gujarat masih merupakan kerajaan Hindu (azra, 2004: 2 – 5). &lt;br /&gt;Pernyataan Marrison tentang masa keislaman Gujarat bertentangan dengan K. Ali yang mengatakan dalam bukunya A Study of Islamic History, bahwa Gujarat dan Bombay termasuk daerah India yang pertama ditaklukkan pada masa Walid I (1952: 165). Kalau pun belum ada pemerintahan atau penguasa Islam di sana bukan berarti tidak ada orang Islam, mengingat Gujarat adalah salah satu kota yang penting dalam perdagangan. Teori Gujarat bisa menjadi lemah bila dihadapkan pada masalah mazhab fiqh yang dianut muslim Gujarat. Muslim Gujarat adalah penganut Hanafi sebagian dan sebagian lainnya Syiah. Namun ada temuan lain yang menguatkan teori Gujarat, yaitu pernyataan bahwa muslim pertama yang datang ke Indonesia ada juga yang Syiah. Terbukti dengan adanya tradisi Syiah pada Muslim Indonesia yang sudah ada sejak dulu. &lt;br /&gt;     Daerah yang paling mungkin menjadi tempat asal Islam datang ke Indonesia adalah Coromandel dan Malabar. Teori ini dipegang oleh Thomas Arnold. Aktivitas perdagangan Coromandel dan Malabar dengan Achipelago sudah ada sejak lama. Teori ini disokong oleh kesamaan mahzab fiqh yang dianut penduduk kedua tempat tersebut dengan mahzab fiqh di Indonesia yaitu Syafi'i (Arnold, 1913: 365). Meskipun demikian, Arnold tidak menutup kemungkinan pedagang Arab juga sudah ada di Indonesia sejak awal abad Hijriah. Hal ini sejalan dengan kata-kata A. H. Johns yang menolak penyederhanaan pada satu teori saja menyangkut kedatangan Islam di Indonesia, " there is no single big-bang theory which can account for the spread of islam" (Peter James Marshall et al., 1989: 130) &lt;br /&gt;     Bila kita telusuri sejarah Coromandel dan Malabar pada masa pra-Islam ternyata kedua tempat ini memang sudah ada kontak dengan dunia luar dalam rangka perdagangan terutama dengan Yunani, Yahudi, dan Arab. Didapatkan perkampungan Arab pra-Islam di  Chaul, Kalyan, Supara dan pantai Malabar. Pedagang Arab juga biasanya menulusuri pantai Coromandel dalam perjalanan dagang ke China. Setelah orang Arab memeluk Islam, hubungan dagang terus berlanjut dan koloni Arab menjadi perkampungan Islam. Mereka ada di tiap dermaga-dermaga besar seperti Cambay, Chaul dan Honawar. Di perkampungan lain sepanjang laut Bengal kehadiran orang-orang Islam bisa ditelusuri dari abad VIII Masehi. Perkampungan Arab terbesar memang pantai Malabar di mana komunitasnya tercipta dari perkawinan campuran antara wanita pribumi dengan pelayar-pelayar Arab. Jadi, sebelum Islam masuk dari Asia tengah melalui Sindh dan Multan dalam bentuk penaklukkan, ternyata Muslim Arab sudah ada sebelum itu di pantai-pantai perdagangan seperti Malabar. Orang-orang Mappila di Malabar adalah komunitas pertama yang tertarik dengan Islam dan mempunyai kedekatan khusus dengan orang-orang Arab (Sumber: http://thesouthasianidea.wordpress.com).  &lt;br /&gt;     Alwi Shihab mencoba membantah teori Malabar meski pun nama tempat ini ada disebutkan dalam riwayat Hikayat Raja-Raja Aceh. Beliau lebih setuju mengatakan bahwa Islam datang dari Mekkah namun melewati Malabar, dari sana perjalanan dilanjutkan ke Nusantara. Al-Sayyid Alawi bin Thahir Al-Hadrami juga menentang teori Malabar bila landasannya adalah kesamaan mahzab. Kata-kata Beliau, dalam Shihab, menarik untuk dikutip, &lt;br /&gt;Saya yakin, seandainya sang penulis berada di Malabar, niscaya akan berpendapat bahwa Islam datang dari negeri melayu dengan dalih mahzab kami di Malabar adalah Syafi'i seperti halnya di Melayu. Kemungkinan yang sama bagi penduduk Somalia dan Afrika Timur untuk mengatakan bahwa Islam datang dari Malabar melalui Samudra India, maka tesis tersebut menjadi amat lucu (2009: 17). &lt;br /&gt;Dilihat dari kata-kata Sayyid Alawi di atas tampaknya justru kurang memahami permasalahan. Mungkin beliau lupa bahwa persamaan mazhab yang dibicarakan di sini hanyalah teori pendukung bukan main teory. Bangunan teori keseluruhannya tentunya dimulai dari adanya kecurigaan bahwa Islam datang dari anak benua India, namun didapatkan mazhabnya berbeda. Bila persamaan mazhab dianggap sesuatu yang penting untuk mempertimbangkan kecurigaan awal tadi maka teori ini tidak langsung tertolak karena ternyata ada daerah India yang mempunyai interaksi yang akrab dengan Nusantara dan bermazhab sama. Itu lah sebabnya kenapa masalah  mazhab kemudian diperbincangkan. &lt;br /&gt;Persamaan mazhab menjadi tidak penting kalau diyakini bahwa Islam datang pada abad VII Masehi sebelum adanya mazhab Hanafi. Dari keempat mazhab Sunni,  Hanafi adalah yang paling tua yang lahir pada tahun 699 M. Dan wafat tahun 767 M. Sebelum adanya mazhab sunni yang empat, dikenal juga  mazhab imam Ja'far Shadiq, salah satu guru imam Hanafi (Khan, 1991: 61). Apakah Islam yang datang dari India itu bermazhab Ja'fariyah?, perlu diteliti lebih lanjut.&lt;br /&gt;     Naquib Al-Attas menyimpulkan sebelum abad XVII seluruh literatur keagamaan bukanlah hasil karya muslim India melainkan berasal dari Arab dan Persia. Bahkan yang diduga dari Persia pun ternyata berasal dari Arab, atau Arab –Persia. Azra mengutip kata-kata Al-Attas sebagai berikut: "Benar bahwa sebagian karya itu ditulis di India, tetapi asal muasalnya adalah Arab atau Persia; atau karya-karya itu – sebagian kecilnya berasal dari Turki atau Maghrib; dan apa yang lebih penting, kandungan keagamaannya adalah Timur Tengah, bukan India" (2004: 9).&lt;br /&gt;Menyangkut Persia sebagai tempat asal Islam di Indonesia, Shihab mengatakan memang didapatkan juga kehadiran Persia di Aceh pada abad XV Masehi dan di Sumatera bagian selatan pada abad XVII. Tambah lagi, salah seorang ulama Islam di Kesultanan  Samudera Pasai, Al-Qadhi Amir Sayyid Al-Syirazi adalah asli orang Persia. Shihab mengakui bahwa kontribusi kaum muslim Persia cukup besar dalam mendorong dakwah Islam di Indonesia namun itu semua tak terlepas dari peran orang Arab karena Persia sudah memeluk Islam pada masa Umar bin Khattab (2009: 18). &lt;br /&gt;Penulis setuju dengan pentingnya peran muslim Arab dalam penyebaran Islam di dunia. Ini tak lain karena memang merekalah yang pertama sekali menerima Islam dan mereka pula yang pertama kali menyebarkannya. Namun setelah Islamnya Persia, agak sulit memisahkan antara peran Arab dan peran Persia dalam penyebaran Islam karena keduanya sudah saling bahu membahu dan bekerja sama dalam menyebarkan Islam. Peran orang Persia bahkan sudah dirasakan sejak periode Nabi Muhammad SAW. Salman Al-Farisi adalah panglima yang ahli dalam strategi perang pada masa Nabi. Pada masa Umar sampai masa Umayyah kontribusi orang-orang Persia makin meningkat. Namun diakhir pemerintahan dinasti Umayyah mereka merasa diperlakukan tidak adil sehingga ikut ambil bagian dalam meruntuhkan dinasti Umayyah dan mensupport Abbasiyah. K. Ali menggambarkan keadaan muslim Persia menjelang runtuhnya dinasti Umayyah, "Non-Arabian Muslims in general, and Persian Muslims in particular, who fought for Islam and even many of whom died for Islam were not given the social and economic equality with the Arab Muslims" (1952: 189). &lt;br /&gt;     Pengaruh Persia juga terlihat di anak benua India, setidaknya sejak Sasanid menguasai wilayah barat laut India. Persia dan India Barat laut pada masa Sasanid, terlibat aktif dalam interaksi politik dan budaya. Pertukaran budaya tingkat rendah juga terjadi antara India dan Persia sepanjang masa ini. i. e. Orang Persia mengimport permainan Chaturanga (red. Catur) dari India (Sumber: http://en.wikipedia.org). India adalah tempat yang paling unik yang pernah ada di belahan dunia. Di daerah ini sudah tercampur bermacam budaya dan bahasa. Disamping bahasa Hindi, mereka pernah memakai bahasa Sanskerta, bahasa Persia, dan  bahasa Turki. Percampuran dari bahasa-bahasa tersebut kemudian menjadi bahasa Urdu. Ketika dijajah Inggris mereka juga bersinggungan dengan bahasa Inggris. Professor A. R. Momin berkomentar tentang kedekatan Persia dengan Turki dan India:&lt;br /&gt;India is perhaps the most diverse country in the world. This diversity is reflected in the ethnic composition of population, languages and dialects, religious beliefs and practices, customs and traditions. The Turkish sultans spoke Turkish as their mother tongue, but their literary and cultural language was Persian. For nearly six hundred years Persian enjoyed a position of cultural, political and literary pre-eminence in India. Consequently, it influenced, to a greater or lesser degree, a large number of Indian languages (Sumber: http://www.iosminaret.org).  &lt;br /&gt;Satu hal yang perlu dicatat, bangsa India selalu meninggalkan budaya dan kepercayaannya di mana pun dia singgah. Itu terbukti dengan kerajaan-kerajaan yang tersebar di Asia Tenggara dan penyebaran agama Hindu dan Budha sampai ke Timur Jauh. Sangat masuk akal nantinya ketika mereka sudah memeluk Islam juga melakukan hal yang sama. &lt;br /&gt;     Setelah kita ketahui hubungan India dengan Persia dan Arab, pernyataan Al-Attas tentang karya tulis yang menurut beliau asalnya adalah Arab dan Persia mungkin perlu penjelasan lebih jauh. Azra kurang berminat membicarakan isi pernyataan Al-Attas tersebut sehingga dia tidak menganggap penting untuk menyebutkan karya tulis yang dianggap asalnya dari Arab dan Persia itu. Penulis juga tidak mengetahui karya tulis apa yang dimaksud Al-Attas. Tak terhitung jumlah buku berbahasa Arab dan Persia yang ditulis oleh orang India. Dalam bidang obat-obatan saja setidaknya ada 15 buku Sanskerta yang diterjemahkan ke dalam bahasa Arab. Buku Kalila wa Dimna sangat dikenal di Arab dan diketahui versi aslinya berbahasa Persia, padahal cerita itu diterjemahkan dari Pancha Tantra. Kebingungan seperti ini adalah konsekwensi yang wajar akibat dari sebuah interculture (Sumber: http://thesouthasianidea.wordpress.com).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pembawa Islam ke Nusantara   &lt;br /&gt;     Dalam sejarah penyebaran Islam periode orthodox caliphs, Islam disebarkan melalui penaklukan Jazirah Arab, mulai dari Hijaz, Yaman, Syiria, Iraq dan Persia lalu merambah ke Mesir. Menjelang berakhirnya abad I Hijriah dinasti Umayyah sedang menikmati golden periodnya di bawah pimpinan Walid I dengan perluasan wilayah yang meliputi Afrika Utara hingga Spanyol, Asia Tengah hingga perbatasan China, dan Asia Selatan sampai Gujarat dan Bombay (Ali, 1952: 165-7,  Hitti, 1994). Model islamisasi yang dilakukan pemerintahan Umayyah adalah penaklukkan daerah yang dilakukan dalam bentuk menjalar atau merambah dari satu daerah ke daerah lainnya bukan meloncat-loncat. Sampai berakhirnya abad I Hijriah belum ada terdengar islamisasi itu sampai ke Nusantara. Baru pada abad XII ada kepastian bercokolnya pemerintahan Islam di Indonesia. Dugaan paling mutakhir adalah berkisar tahun 840 Masehi dengan berdirinya Kerajaan Peureulak (Hasjmy, 1989: 144). &lt;br /&gt;     Tak diragukan lagi pembawa Islam ke India adalah muslim Arab melalui 2 jalur. Yang pertama adalah penaklukkan Sind dan Multan oleh Muhammad bin Qasim tahun 711 Masehi.  Penaklukan ini adalah bagian dari skenario besar dari expedisi tentara Umayyah ke Asia Tengah, Asia Selatan dan Afrika Utara (Hitti, 1994: 206-15). Yang kedua adalah masuknya Islam melalui jalur perdagangan di pesisir sebelah barat India; Gujarat, Coromandel dan Malabar. Telah disebutkan di atas bahwa di daerah pesisir ini terdapat beberapa pemukiman koloni Arab yang pada akhirnya membaur dengan penduduk asli. Setelah India memeluk Islam, muncul sebuah kerajaan Islam di Malabar yang bernama Arakkal. Pada mata uang yang dikeluarkan dinasti ini tertera tahun 122 Hijriah, bertepatan dengan 740 Masehi. Dinasti ini tentunya sudah ada beberapa tahun sebelum 740 Masehi (Sumber: http://www.defence.pk).&lt;br /&gt;     Berbicara tentang pembawa Islam pertama ke Nusantara kemungkinannya hanya 2; India dan Arab. Sulit menentukan siapakah yang datang terlebih dahulu, bangsa Arab ataukah India. Adanya hubungan perdagangan antara pesisir barat India dengan Aceh tidak berarti bahwa itu terbatas hanya pada orang India saja, mengingat di daerah tersebut sudah ada permukiman Arab. Melihat dekatnya jarak Malabar dengan Aceh, tidak mungkin orang Arab hanya ada di Malabar saja, tentunya juga ada di Aceh. Menurut Azra hubungan antara Nusantara dan Arab sudah dimulai sejak zaman antiquity. Perjalanan dagang kapal-kapal Arab ke China rutenya melintasi Nusantara sehingga mereka melakukan pengembaraan juga di Nusantara (2004: 19). &lt;br /&gt;Sayangnya, setelah sekian lama terjalin hubungan antara Nusantara dengan Arab, minim sekali adanya budaya Arab yang diadopsi masyarakat Indonesia pra-Islam. Berbeda keadaannya dengan budaya India yang begitu kental dan mendarah daging dengan masyarakat Nusantara. Bahasa Jawa kuno yang terakulturasi dengan Sanskerta dan agama Hindu serta Budha adalah produk budaya India yang diekspor ke Nusantara. Istilah-istilah Arab dan Persia yang masuk ke dalam bahasa Indonesia pada masa-masa awal Islam diduga kuat melalui pengaruh orang-orang India.  Dilihat dari bahasa dan istilah-istilah yang dipakai pada masa kerajaan peureulak dan Samudra Pasai, jelas sekali itu adalah istilah-istilah yang juga di pakai di India. Istilah-istilah Persia yang dipakai pada masa itu antara lain adalah syah, makhdum, maulana, hikayat. Beberapa istilah Tamil juga masuk ke Indonesia seperti Lebai dan kenduri. Argumen linguistic ini menguatkan kemungkinan orang India lah yang membawa Islam ke Indonesia.&lt;br /&gt;     Bila yang dimaksud dengan "pembawa Islam" itu adalah muslim yang pertama datang ke Nusantara, maka tidak ada kepastian tentang itu seperti yang sudah diuraikan di atas, meski banyak pertimbangan yang lebih condong ke muslim India. Tapi bila yang dimaksud adalah orang-orang yang menyiarkan Islam di Indonesia pada masa-masa awal Islam datang ke negeri ini maka jawabannya adalah ulama India, meskipun beberapa di antara mereka adalah keturunan Arab. Sebut saja misalnya Wali Songo, Nuruddin Arraniri dan Saif al-Rijal. Hasil peneletian Sayyid Zain bin Abdullah Alkaf mengatakan bahwa ulama-ulama yang disebut dengan wali songo adalah keturunan Azamat khan, kecuali Sunan Kali Jaga. Menurut Alkaf, Azamat khan adalah orang Alawiyyin yang tinggal di India. Beliau menelusuri silsilah keturunannya dan mendapatkan bahwa Azamat khan adalah keturunan Ahmad Al-Muhajir – cucu imam Ja'far Al-Shadiq yang berhijrah ke Hadramawt – tokoh sufi tarekat Alawiyah (Shihab, 2009: 28-42). Penulis meragukan Azamat Khan adalah keturunan Arab, karena Khan adalah marga orang India yang menurun ke anak cucu secara patrilineal. Bagaimana mungkin seorang Arab mempunyai keturunan bermarga Khan, kecuali bila silsilah itu juga memasukkan garis keturunan dari pihak ibu. &lt;br /&gt;     Garis silsilah Maulana Malik Ibrahim bersatu dengan wali songo lainnya pada Jamaluddin Husain Akbar. Secara berturut-turut, beliau adalah keturunan Ahmad Jalal Syah, Abdullah Khan, Abdul Malik (Datuk keluarga Azamat Khan). Maulana Malik Ibrahim adalah keturunan Jamaluddin Husain Akbar dari garis Zainal Alam Barakat. Sedangkan Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati) dari garis Ali Nurul Alam, keturunan Jamaluddin yang lain. Sunan Ampel yang mempunyai keturunan 5 sunan (Sunan Bonang, Sunan Drajat, Sunan Lamongan, Sunan Demak dan Sunan Kudus) adalah keturunan Jamaluddin Husain Akbar dari garis Ibrahim Zain al-Akbar. Keturunan Ibrahim Zain al-Akbar yang lain adalah Maulana Ishak yang menurunkan sunan Giri (Shihab, 2009: 32)&lt;br /&gt;     Nuruddin Al-Raniri adalah salah satu ulama di Aceh yang lahir di Ranir, nama lama sebuah kota pelabuhan di pantai Gujarat dan Saif Al- Rijal adalah ulama dari India yang hidup semasa dengan Al-Raniri dan mereka sering berdebat menyangkut pemikiran-pemikiran Hamzah Fansuri.. Al- Raniri terlahir di India dan keluarganya berasal dari sana, namun beliau lebih dikenal sebagai ulama Aceh. Pamannya, Muhammad Jilani juga pernah datang dari Gujarat ke Aceh (Azra, 2004: 203). Meski garis keturunannya diyakini berasal dari Hadramawt, nampaknya beliau lebih senang memakai Al-Raniri di akhir namanya, dibanding Al-Alawi atau Al-Hadhrami. Sama seperti keturunan Khan yang asalnya adalah Asia Tengah, tapi mereka sudah culturally Indianized sehingga mereka menganggap dirinya adalah orang India. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;     Dari Teori tentang masuknya Islam di Nusantara sebagaimana diuraikan di atas dapatlah kita menilai bahwa Islam datang ke Indonesia dibawa oleh muslim India melalui jalur pesisir barat India. Walau pun tidak tertutup kemungkinan bahwa pedagang Arab sudah ada di Nusantara pada masa pra-Islam, namun islamisasi Nusantara baru terasa signifikan di tangan ulama-ulama India. Karakter India yang Inklusif, interaktif dan terbuka seperti kata Professor Amartya Sen, “The distinctive features of Indian civilization is its inclusive, interactive openness”, sangat  memungkinkan untuk menjalankan tugas-tugas dakwah tersebut. &lt;br /&gt;*Tulisan pernah dimuat di Jurnal At-Tafkir, STAIN Zawiyah Cot Kala Langsa&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30316191270337360-7286458431797841446?l=msibki3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://msibki3.blogspot.com/feeds/7286458431797841446/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30316191270337360&amp;postID=7286458431797841446' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316191270337360/posts/default/7286458431797841446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316191270337360/posts/default/7286458431797841446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://msibki3.blogspot.com/2010/08/menilik-teori-india.html' title='Menilik Teori India*'/><author><name>yaser amri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12979307396815290338</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_wvLA6sr3d70/SVXYONdhn_I/AAAAAAAAAKw/rJLLtrivHmE/S220/neo.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30316191270337360.post-2181904958996515456</id><published>2010-03-20T07:43:00.000-07:00</published><updated>2010-03-20T07:46:57.455-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jamaah tabligh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dakwah'/><title type='text'>Background berdirinya Jamaah Tabligh</title><content type='html'>Berdirinya Jamaah Tabligh berawal dari kekecewaan Maulana Ilyas pada fenomena yang terjadi pada orang-orang Meo di Mewat . Maulana Ilyas melihat orang Meo hanya menjadi muslim sebagai identitas belaka atau di Indonesia disebut dengan istilah "Islam KTP". Mereka buta sama sekali dengan ajaran Islam yang benar dan ritual-ritual Islam yang sesuai dengan ajaran yang dibawa Nabi Muhammad s.a.w. Mereka tidak berpuasa, tidak sholat, bahkan untuk sekedar mengucapkan dua kalimat syahadat saja pun mereka tidak bisa. Mereka memakai nama-nama yang biasa dipakai oleh orang Hindu, seperti Ram, Krishna, yang kebanyakan diambil dari nama-nama dewa Hindu. Mereka merayakan festival dan hari-hari besar agama Hindu. Kelahiran, pernikahan dan kematian selalu diikuti dengan ritual-ritual yang biasa dilakukan oleh umat Hindu. Bahkan dari mereka ada yang menaruh patung-patung dewa Hindu di rumah-rumah mereka untuk disembah. Maulana Ilyas melihat bahwa hal ini bukan disebabkan oleh kecintaan mereka pada ajaran Hindu atau kebencian mereka terhadap ajaran Islam, melainkan karena ketidaktahuan mereka tentang ajaran Islam yang benar.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Keadaan ini apabila dibiarkan akan berbahaya bagi perkembangan agama Islam di Mewat. Keadaan ini akan membuka kemungkinan bagi orang-orang Meo untuk – perlahan tapi pasti – kembali memeluk agama asal mereka, yaitu Hindu. Banyak kasus yang ditemukan bahwa orang Meo kembali memeluk Hindu ketika kekuatan politik Islam melemah di daerah tersebut.  Selain disebabkan oleh minimnya pengetahuan tentang ajaran Islam itu sendiri, mereka kembali memeluk agama Hindu karena adanya usaha dari kelompok Hindu yang melancarkan gerakan proselityze Hindu yang agresif, seperti gerakan Shuddhi dan Sangathan  yang melancarkan usaha masive pada awal abad 20 untuk mengembalikan orang Hindu yang sudah masuk Islam ke agama asalnya, Hindu .  Maulana Ilyas sadar bahwa hal ini terjadi karena karena kurangnya pendidikan tentang ajaran Islam di masyarakat. Beliau percaya bahwa hanya gerakan Islam grassroot lah yang bisa mengantisipasi keadaan yang sudah terlanjur parah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha awal yang dilakukan Maulana Ilyas untuk menyediakan pendidikan bagi masyarakat Mewat adalah mendirikan sekolah agama berbasis jaringan mesjid. Targetnya adalah untuk mendidik umat muslim di Mewat tentang akidah Islam dan praktek ritual yang benar menurut agama Islam. Setelah berjalan beberapa waktu beliau menyaksikan bahwa institusi pendidikan seperti itu hanya menghasilkan orang yang mengerti agama saja, bukan pendakwah. Maka akhirnya beliau memutuskan untuk mencurahkan seluruh perhatiannya secara total untuk membuat sebuah gerakan dakwah. Beliau berhenti mengajar di Madrasah Mazahirul Ulum di Saharanpur dan pindah ke Nizamuddin untuk memulai kegiatan misionarisnya. Pesannya singkat, "Ai Musalmano, musalman bano!" "Wahai orang-orang Islam, jadilah muslim (yang sebenarnya)!". &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Usaha dakwah yang dimulai oleh Maulana Ilyas di Mewat ini menggunakan cara yang cukup sederhana, yaitu dengan mengorganisir sebuah kelompok kecil yang terdiri dari sedikitnya  10 orang, lalu mengirim mereka ke kampung-kampung. Kelompok (jamaah) ini akan mengunjungi masyarakat secara langsung untuk bersilaturrahmi sekaligus mengajak orang-orang di kampung tersebut untuk melakukan sholat berjamaah di mesjid lalu mendengarkan bayan . Bayan yang disampaikan pada intinya adalah sama, yaitu mengenai kepentingan Iman dan amal shaleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30316191270337360-2181904958996515456?l=msibki3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://msibki3.blogspot.com/feeds/2181904958996515456/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30316191270337360&amp;postID=2181904958996515456' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316191270337360/posts/default/2181904958996515456'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316191270337360/posts/default/2181904958996515456'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://msibki3.blogspot.com/2010/03/background-berdirinya-jamaah-tabligh.html' title='Background berdirinya Jamaah Tabligh'/><author><name>yaser amri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12979307396815290338</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_wvLA6sr3d70/SVXYONdhn_I/AAAAAAAAAKw/rJLLtrivHmE/S220/neo.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30316191270337360.post-6377561549909928857</id><published>2010-03-20T07:26:00.000-07:00</published><updated>2010-03-20T07:40:25.828-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dakwah'/><title type='text'>Kewajiban berdakwah</title><content type='html'>Dari ketiga agama tauhid (monotheism), hanya agama Yahudi yang bukan agama misi. Islam, seperti juga Nasrani adalah agama dakwah yang mewajibkan para pemeluknya untuk mengemban misi dakwah, yaitu mengajak orang lain kepada kebenaran. Kebenaran menurut Islam adalah pesan-pesan yang disampaikan tuhan melalui nabi Muhammad s.a.w. yang berupa Al-Quran dan Al-Hadits. Itulah kebenaran yang hakiki, selain itu adalah kebenaran nisbi. Dengan kata lain kebenaran hakiki adalah kebenaran wahyu sedangkan kebenaran menurut pemikiran akal saja adalah kebenaran nisbi. Jadi, misi dakwah seorang muslim adalah mengajak orang lain untuk mengamalkan Quran dan hadits. Mengamalkan Quran dan hadits berarti melakukan perintah Tuhan dan meninggalkan laranganNya. Hal ini sesuai dengan ungkapan Ibn Taimiyah tentang dakwah, bahwa tidak sempurna dakwah ke jalan Allah kecuali dengan menyuruh orang melakukan apa yang dicintai Allah dan meninggalkan apa yang dibenciNya, baik itu perkataan atau perbuatan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana disebutkan di atas, bahwa agama Islam adalah agama misi atau agama dakwah memang tidak bisa disangkal lagi dilihat dari teks suci yang mewajibkan pemeluk Islam untuk melakukan aktivitas dakwah. Berikut peneliti kutip sebagian dari ayat-ayat yang mengandung perintah untuk berdakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Q.S. An-Nahl 125&lt;br /&gt;ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Q.S. Ali Imran 104&lt;br /&gt;وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Al-Haj 67&lt;br /&gt;وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Al-Qashash 87&lt;br /&gt;وَلَا يَصُدُّنَّكَ عَنْ آَيَاتِ اللَّهِ بَعْدَ إِذْ أُنْزِلَتْ إِلَيْكَ وَادْعُ إِلَى رَبِّكَ وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُشْرِكِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Al-Maidah 67&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ وَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ وَاللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Ali Imran 110&lt;br /&gt;كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ آَمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat-ayat yang mengandung perintah dakwah di atas kita dapati bahwa perintah tersebut ada yang ditujukan pada rasul saja, seperti surat An-Nahl ayat 125, Al-Maidah ayat 67 dan surat Al-Qashash ayat 87, namun tidak sedikit yang ditujukan pada kaum muslimin secara umum. Bahkan Muhammad Ahmad Rasyid mengatakan bahwa ayat perintah dakwah yang ditujukan pada Rasul pun meliputi perintah kepada kaum muslimin seluruhnya, karena pada dasarnya semua friman Allah untuk Rasul mencakup umatnya, kecuali apa-apa yang memang ditentukan khusus bagi Rasul. Ungkapan senada juga ditulis oleh Said bin Ali Al-Qahthani  dalam &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dakwah Islam Dakwah Bijak&lt;/span&gt;, "Ayat-ayat yang memerintahkan Nabi agar berdakwah, maksudnya bukan saja ditujukan pada Nabi, melainkan juga umat Islam" .  Sayyid Thanthawi dalam kitab tafsirnya memberikan pernyataan serupa,&lt;br /&gt;والخطاب فى قوله - تعالى - { ادع إلى سَبِيلِ رَبِّكَ بالحكمة } للرسول صلى الله عليه وسلم ويدخل فيه كل مسلم يصلح للدعوة إلى الله - عز وجل &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaupun ada yang bersikeras untuk mengatakan bahwa ayat-ayat tersebut adalah perintah khusus bagi Rasul, itu pun tidak menggugurkan kewajiban dakwah bagi umat Islam karena adanya ayat-ayat lain yang perintahnya ditujukan kepada umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Adapun al-Qurthubi dalam menafsir surat Ali Imran ayat 104  mengatakan bahwa perintah untuk berdakwah adalah fardhu kifayah . Dakwah menjadi wajib hanya bagi orang yang berpengetahuan. Sementara Ar-Razi dalam kitab tafsirnya mengakui adanya dua pendapat dalam menafsirkan kata  منكم. Pendapat yang pertama mengatakan bahwa منكم di sini maksudnya bukan sebagian tapi hanya sebagai penjelasan. Jadi perintah dakwah itu berlaku untuk umum karena keumuman perintah amar ma'ruf dan nahi munkar pada surat Ali Imran 110.&lt;br /&gt;المسألة الأولى : في قوله { مّنكُمْ } قولان أحدهما : أن { مِنْ } ههنا ليست للتبعيض لدليلين الأول : أن الله تعالى أوجب الأمر بالمعروف والنهي عن المنكر على كل الأمة في قوله { كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بالمعروف وَتَنْهَوْنَ عَنِ المنكر } [ آل عمران : 110 ] والثاني : هو أنه لا مكلف إلا ويجب عليه الأمر بالمعروف والنهي عن المنكر ، إما بيده ، أو بلسانه ، أو بقلبه  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat kedua mengatakan bahwa من di sini maksudnya adalah sebagian. Pendapat ke-dua ini pun terbagi lagi, karena mempunyai alasan yang berbeda. Pertama karena ada sebagian orang yang tidak mampu untuk melaksanakan dakwah, seperti wanita, orang sakit atau pun cacat. Yang kedua, sebagian di sini maksudnya adalah para ulama saja, bukan seluruh umat Islam. Karena untuk menyampaikan hal yang baik harus mempunyai pengetahuan tentang yang baik itu.&lt;br /&gt;والقول الثاني : أن { مِنْ } ههنا للتبعيض ، والقائلون بهذا القول اختلفوا أيضاً على قولين أحدهما : أن فائدة كلمة { مِنْ } هي أن في القوم من لا يقدر على الدعوة ولا على الأمر بالمعروف والنهي عن المنكر مثل النساء والمرضى والعاجزين والثاني : أن هذا التكليف مختص بالعلماء…………………….   ومعلوم أن الدعوة إلى الخير مشروطة بالعلم بالخير وبالمعروف وبالمنكر &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohammad Natsir dalam &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Fiqhud Da'wah&lt;/span&gt; justru menentang pendapat yang mengatakan perintah dakwah hanya pada ulama. Dakwah adalah kewajiban sebagai pembawaan fitrah manusia selaku makhluk sosial, bukan monopoli golongan yang disebut ulama . Menurut hemat penulis, perintah dakwah memang umum untuk seluruh umat Islam sebatas apa yang dia ketahui, apa bila hanya tahu satu ayat maka sampaikan lah satu ayat.&lt;br /&gt;بلغوا عني ولو اية !&lt;br /&gt;Ma'ruf dan munkar tentunya bisa dinalar dengan akal tanpa harus mempelajarinya secara mendetail, seperti menyuruh kepada kejujuran dan melarang dari berdusta. Kita tidak memerlukan ilmu yang mendalam tentang apa itu jujur dan dusta.&lt;br /&gt;Selain ayat-ayat Quraniyah ada juga hadits Nabi yang bisa dijadikan dasar perintah dakwah atau tabligh. Setelah Nabi Muhammad menyampaikan pesan-pesannya pada haji Wada', beliau mengatakan  &lt;br /&gt;    الا هل بلغت؟ (Wahai, apakah sudah kusampaikan?), di akhir khutbahnya beliau bersabda:&lt;br /&gt;فليبلغ الشاهد منكم الغائب فلعل من يبلغه يكون اوعي له من بعض من سمعه&lt;br /&gt;Maksudnya : "Maka hendaklah yang telah menyaksikan di antara kalian menyampaikan kepada yang tidak hadir. Semoga barangsiapa yang menyampaikan akan lebih dalam memperhatikannya daripada sebagian yang mendengarkannya. &lt;br /&gt;Dari hadis tersebut maka kita bisa ambil kesimpulan bahwa salah satu manfaat yang didapat ketika menyampaikan dakwah adalah pembekasan yang lebih mendalam dari pada hanya mengetahui namun tidak menyampaikan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30316191270337360-6377561549909928857?l=msibki3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://msibki3.blogspot.com/feeds/6377561549909928857/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30316191270337360&amp;postID=6377561549909928857' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316191270337360/posts/default/6377561549909928857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316191270337360/posts/default/6377561549909928857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://msibki3.blogspot.com/2010/03/kewajiban-berdakwah.html' title='Kewajiban berdakwah'/><author><name>yaser amri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12979307396815290338</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_wvLA6sr3d70/SVXYONdhn_I/AAAAAAAAAKw/rJLLtrivHmE/S220/neo.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30316191270337360.post-5386951179417740819</id><published>2010-03-20T07:12:00.000-07:00</published><updated>2010-03-20T07:21:41.184-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dakwah'/><title type='text'>Pengertian Dakwah</title><content type='html'>Pengertian dakwah bagi kalangan awam disalahartikan dengan pengertian yang sempit  terbatas pada ceramah, khutbah atau pengajian saja. Pengertian dakwah bisa kita lihat dari segi bahasa dan istilah. Berikut akan kita bahas pengertian dakwah secara etimologis dan pengertian dakwah secara terminologis.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;a. Etimologis&lt;br /&gt;Kata dakwah adalah derivasi dari bahasa Arab “Da’wah”. Kata kerjanya da’aa yang berarti memanggil, mengundang atau mengajak. Ism fa’ilnya (red. pelaku) adalah da’I yang berarti pendakwah. Di dalam kamus al-Munjid fi al-Lughoh wa al-a’lam disebutkan makna da’I sebagai orang yang memangggil (mengajak) manusia kepada agamanya atau mazhabnya . Merujuk pada Ahmad Warson Munawir dalam Ilmu Dakwah karangan Moh. Ali Aziz (2009:6), kata da’a mempunyai beberapa makna antara lain memanggil, mengundang, minta tolong, meminta, memohon, menamakan, menyuruh datang, mendorong, menyebabkan, mendatangkan, mendoakan, menangisi dan meratapi.  Dalam Al-Quran kata dakwah ditemukan tidak kurang dari 198 kali dengan makna yang berbeda-beda setidaknya  ada 10 macam yaitu: &lt;br /&gt;1. Mengajak dan menyeru,  &lt;br /&gt;2. Berdo’a, &lt;br /&gt;3. Mendakwa (red. Menuduh), &lt;br /&gt;4. Mengadu, &lt;br /&gt;5. Memanggil, &lt;br /&gt;6. Meminta, &lt;br /&gt;7. Mengundang, &lt;br /&gt;8. Malaikat Israfil, &lt;br /&gt;9. Gelar, &lt;br /&gt;10. Anak angkat.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dari makna yang berbeda tersebut sebenarnya semuanya tidak terlepas dari unsur aktifitas memanggil. Mengajak adalah memanggil seseorang untuk mengikuti kita, berdoa adalah memanggil Tuhan agar mendengarkan dan mengabulkan permohonan kita, mendakwa/menuduh adalah memanggil orang dengan anggapan tidak baik, mengadu adalah memanggil untuk menyampaikan keluh kesah, meminta  hampir sama dengan berdoa hanya saja objeknya lebih umum bukan hanya tuhan, mengundang adalah memanggil seseorang untuk menghadiri acara, malaikat Israfil adalah yang memanggil manusia untuk berkumpul di padang Masyhar dengan tiupan Sangkakala, gelar adalah panggilan atau sebutan bagi seseorang, anak angkat adalah orang yang dipanggil sebagai anak kita walaupun bukan dari keturunan kita. Kata memanggil pun dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia meliputi beberapa makna yang diberikan Al-Quran yaitu mengajak, meminta, menyeru, mengundang, menyebut dan menamakan.   Maka bila digeneralkan makna dakwah adalah memanggil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Terminologis &lt;br /&gt;Definisi dakwah dari literature yang ditulis oleh pakar-pakar dakwah antara lain adalah:&lt;br /&gt;Dakwah adalah perintah mengadakan seruan kepada sesama manusia untuk kembali dan hidup sepanjang ajaran Allah yang benar dengan penuh kebijaksanaan dan nasihat yang baik (Aboebakar Atjeh, 1971:6)&lt;br /&gt;Dakwah adalah menyeru manusia kepada kebajikan dan petunjuk serta menyuruh kepada kebajikan dan melarang kemungkaran agar mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat (Syekh Muhammad Al-Khadir Husain).&lt;br /&gt;Dakwah adalah menyampaikan dan mengajarkan agama Islam kepada seluruh manusia dan mempraktikkannya dalam kehidupan nyata (M. Abul Fath al-Bayanuni).&lt;br /&gt;Dakwah adalah suatu aktifitas yang mendorong manusia memeluk agama Islam melalui cara yang bijaksana, dengan materi ajaran Islam, agar mereka mendapatkan kesejahteraan kini (dunia) dan kebahagiaan nanti (akhirat) (A. Masykur Amin)&lt;br /&gt;Dari defenisi para ahli di atas maka bisa kita simpulkan bahwa dakwah adalah kegiatan atau usaha memanggil orang  muslim mau pun non-muslim, dengan cara bijaksana,  kepada Islam sebagai  jalan yang benar, melalui penyampaian ajaran Islam untuk dipraktekkan dalam kehidupan nyata agar bisa hidup damai di dunia dan bahagia di akhirat. Singkatnya, dakwah, seperti yang ditulis Abdul Karim Zaidan, adalah mengajak kepada agama Allah, yaitu Islam.&lt;br /&gt; Setelah kita ketahui makna dakwah secara etimologis dan terminologis maka kita akan dapatkan semua makna dakwah tersebut  membawa misi persuasive bukan represif, karena sifatnya hanyalah panggilan dan seruan bukan paksaan. Hal ini bersesuaian dengan firman Allah (ayat la ikraha fiddin) bahwa tidak ada paksaan dalam agama. Maka penyebaran Islam dengan pedang atau pun terror tidaklah bisa dikatakan sesusai dengan misi dakwah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30316191270337360-5386951179417740819?l=msibki3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://msibki3.blogspot.com/feeds/5386951179417740819/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30316191270337360&amp;postID=5386951179417740819' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316191270337360/posts/default/5386951179417740819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316191270337360/posts/default/5386951179417740819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://msibki3.blogspot.com/2010/03/pengertian-dakwah.html' title='Pengertian Dakwah'/><author><name>yaser amri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12979307396815290338</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_wvLA6sr3d70/SVXYONdhn_I/AAAAAAAAAKw/rJLLtrivHmE/S220/neo.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30316191270337360.post-2282438168953134137</id><published>2010-03-20T07:07:00.000-07:00</published><updated>2010-03-20T07:12:16.835-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='organisasi islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jamaah tabligh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dakwah'/><title type='text'>Sekilas Jamaah Tabligh</title><content type='html'>Jama’ah Tabligh adalah salah satu gerakan misionaris Islam besar dunia kalau bukan satu-satunya yang terbesar saat ini. Organisasi yang unik ini berasal dari Asia Selatan dengan misi utamanya mengislamkan orang Muslim. Setidaknya itu lah niat awal Maulana Ilyas – mengajarkan praktek kehidupan yang benar sesuai dengan ajaran Islam – di Mewat, India,  walaupun pada kenyataannya tidak dapat dinafikan bahwa ternyata dalam perjalanan sejarahnya misi dakwahnya juga menyentuh Non-Muslim dan mengIslamkannya.  Adapun tujuan utama dakwah mereka sebenarnya adalah memberikan dampak pada hati lalu diaplikasikan dalam perbuatan .&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berpusat di India dan mempunyai tiga markas besar di anak benua India yang dikenal orang Indonesia dengan istilah PBI, kepanjangan dari Pakistan, Bangladesh dan India (Markas Nizamuddin di New Delhi, Raiwind di Pakistan dan Tungi di Bangladesh). Seluruh anggota Jamaah Tabligh berkeinginan suatu saat bisa mengunjungi ketiga tempat ini. Pada akhir abad 20, pertemuan rutin Jamaah Tabligh di Raiwind dapat menarik jutaan pengikut sehingga menjadi pertemuan umat muslim terbesar di dunia setelah Haji di Mekkah .&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Jamaah Tabligh mempunyai hubungan yang ambigu dengan sufisme. Di satu sisi mereka menolak praktek dan kepercayaan tradisi tariqat sufi India dengan alasan bahwa praktek-praktek itu terkontaminasi dengan praktek agama Hindu, tapi di sisi lain mereka menggunakan cara-cara ritual sufi apabila menurut mereka cocok . Tak ubahnya tarikat sufi, Jamaah Tabligh, dalam struktur organisasinya, mencoba menciptakan hubungan ikatan mursyid-murid yang kuat hingga menjadikannya ikatan jaringan organisasi yang baik sekali yang sanggup “mengankangi” jarak geografis yang jauh. Jamaah Tabligh juga mengadopsi ciri khas lain dari tarikat sufi yaitu pemujian (terkadang ekstrim) terhadap Nabi Muhammad dan sirahnya. Dalam lingkungan Jamaah Tabligh, literature hadis dan sirah Nabi menjadi sangat penting .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pengikut Jamaah ini melancarkan dakwahnya dengan cara “door to door”, berkunjung dari rumah ke rumah – sesuai dengan poin ke 6 dalam ushul sittah mereka, yaitu “khuruj”- dan mengajak sasarannya untuk melaksanakan sholat fardhu ke mesjid sekaligus mendengarkan “bayan”. Ushul Sittah yang dimaksud adalah:&lt;br /&gt;1. Merealisasikan kalimat Thayibah Laa Ilaaha Illallah Muhammadar Rasulullah&lt;br /&gt;2. Shalat dengan khusyu’ dan khudu’(penuh ketundukan)&lt;br /&gt;3. Ilmu dan zikir&lt;br /&gt;4. Memuliakan kaum Muslimin&lt;br /&gt;5. Memperbaiki niat dan mengikhlaskannya&lt;br /&gt;6. Keluar (khuruj) di jalan Allah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ciri pakaian Karkun  yang khas, dengan sopan, lembut dan terkesan sedikit memaksa, mereka mengajak sasarannya untuk ikut menjalankan dakwah mereka dan bergabung dengan jaringan yang tidak mempunyai dana organisasi ini. Dengan mengorbankan harta dan waktu, boleh pilih antara 3 hari, 7 hari atau 40 hari, para Karkun berjaulah ke lain kota bahkan lain negara untuk menyampaikan tablighnya dari rumah ke rumah. Dalam perjalanannya, Jamaah ini biasanya menginap di rumah Karkun setempat atau beri’tikaf di masjid sasaran dakwah mereka. Menurut Drs. Syafi’i, Ph.D., dalam seumur hidup mereka hanya boleh khuruj 4 bulan, sedangkan dalam setahun mereka hanya boleh khuruj selama 40 hari .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati Maulana Ismail ketika memulai gerakannya berangkat dari hati yang ikhlas untuk memurnikan ajaran Islam dan mengajak umat Islam di Mewat dan sekitarnya untuk meninggalkan praktik keagamaan yang sudah bercampur dengan tradisi Hindu, tak pelak gerakan ini tetap menuai celaan dan tuduhan negatif baik dari kelompok Islam yang menyebut dirinya “ahlussunnah” dan “salafy” mau pun sebagian masyarakat umum. Celaan itu antara lain adalah bahwa Jamaah Tabligh tidak memberi nafkah keluarganya karena ditinggalkan untuk dakwah, bahkan lebih jauh lagi, dicap sebagai kelompok ahlul bid’ah dan khurafat . Suatu yang ironis bahwa organisasi-organisasi Islam lain yang mempunyai misi dakwah yang relative sama (mengajak pada ajaran yang sama, Tuhan yang sama) tapi mendapatkan “stempel” yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30316191270337360-2282438168953134137?l=msibki3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://msibki3.blogspot.com/feeds/2282438168953134137/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30316191270337360&amp;postID=2282438168953134137' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316191270337360/posts/default/2282438168953134137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316191270337360/posts/default/2282438168953134137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://msibki3.blogspot.com/2010/03/sekilas-jamaah-tabligh.html' title='Sekilas Jamaah Tabligh'/><author><name>yaser amri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12979307396815290338</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_wvLA6sr3d70/SVXYONdhn_I/AAAAAAAAAKw/rJLLtrivHmE/S220/neo.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30316191270337360.post-221566719079279904</id><published>2009-08-14T00:35:00.000-07:00</published><updated>2009-08-14T00:38:34.965-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fikih'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='qowaid fiqh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kaidah fikih'/><title type='text'>Makna “Keyakinan tidak bisa dihilangkan dengan adanya keraguan”</title><content type='html'>Dalam Qawa’id al-Khamsah ada salah satu kaidah yang berbunyi “al-Yaqinu la yuzalu bissyakki”. Secara harfiah kaidah fiqh ini berarti “Keyakinan tidak bisa dihilangkan dengan adanya keraguan”. Ungkapan dalam kaidah ini ambigu sehingga bila tidak dijelaskan dengan contoh yang tepat bisa berpotensi untuk salah arti.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kaidah fiqh hanyalah kesimpulan general para ulama fiqh yang diambil dari materi fiqh yang pada akhirnya dapat digunakan untuk menentukan hukum dari kasus-kasus baru yang muncul belakangan dan belum jelas hukumnya dalam nash. Tentunya kaidah fiqh tidak bertentangan dengan nash karena sudah melalui uji kesesuaian dengan substansi ayat-ayat Quran dan hadits nabi, sebelum menjadi kaidah fiqh yang mapan, kendatipun untuk kasus-kasus tertentu ada pengecualian.&lt;br /&gt;Kaidah “al-Yaqinu la yuzalu bissyakki” (Keyakinan tidak bisa dihilangkan dengan adanya keraguan) juga begitu halnya, tidak bertentangan dengan nash, bila dirujuk pada beberapa hadits nabi akan terlihat kesesuaian. &lt;br /&gt;Saya mendapatkan beberapa mahasiswa salah dalam memahami kaidah ini. Ketika saya ajukan pertanyaan yang saya ambil dari sebuah hadits tentang keraguan apakah sudah kentut dalam shalat,  jawaban si mahasiswa adalah: “Bila anda ragu ketika sedang sholat apakah sudah buang angin (kentut) atau tidak, maka sebaiknya anda hentikan sholat anda dan berwudhu’lah kembali untuk mengulangi sholat. Karena dari pada anda melanjutkan sholat yang meragukan lebih baik tinggalkan dan mengerjakan sholat sekali lagi yang tidak meragukan. Sesuai dengan hadits “tinggalkanlah apa yang meragukanmu, berpindahlah kepada yang tidak meragukanmu”, dan sesuai dengan kaidah “keyakinan tidak bisa dihilangkan dengan adanya keraguan”.&lt;br /&gt;Sekilas, jawaban si mahasiswa terasa sudah benar. Padahal bukan seperti itu yang dimaksud oleh kaidah “Keyakinan tidak bisa dihilangkan dengan keraguan”. Kaidah ini justru menghendaki agar kita tidak perlu menghentikan sholat karena yang harus kita pedomani adalah keadaan awal kita suci, ada pun keraguan yang datang belakangan sebaiknya diabaikan selama tidak ada yang bisa memastikan bahwa kita memang sudah tidak suci. Kaidah ini sama dengan konsep “praduga tak bersalah”. Selama tidak ada bukti yang pasti yang menunjukkan bahwa kita “kentut”, maka kita tidak bisa menaikkan posisi “ragu sudah kentut” menjadi “pasti sudah kentut”. Sesuai dengan apa yang disabdakan nabi, “Apabila seseorang merasakan sesuatu dalam perutnya, kemudian ragu apakah sesuatu telah keluar dari perutnya atau belum, maka orang tersebut tidak boleh keluar dari masjid sampai ia mendengar bunyinya atau mencium baunya.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah).&lt;br /&gt;Jawaban mahasiswa tadi menyadarkan saya bahwa kita banyak dipengaruhi oleh sikap Imam Syafi’I yang hati-hati dalam masalah ibadah. Memang dalam ibadah memerlukan kepastian dan kepuasan batin, sedangkan kepastian dan kepuasan batin hanya bisa dicapai dengan kehati-hatian. Ulama Malikiyah mengatakan,”Seseorang tidak bisa lepas dari tuntutan ibadah kecuali dengan melaksanakannya secara benar dan meyakinkan. Shalat yang sah hanya apabila didahului dengan wudhu yang sah, bukan dengan wudhu yang diragukan apakah sah atau tidak”. Dilihat dari sisi kehati-hatian Imam Syafi’I ini maka saya tidak bisa menyalahkan sikap mahasiswa saya tersebut walaupun dalam memahami kaidah fiqh tadi saya anggap  masih belum tepat.&lt;br /&gt;Contoh yang sering dipakai untuk kaidah ini biasanya adalah masalah keraguan tentang jumlah rakaat shalat. Apabila ragu apakah sudah shalat 3 atau 4 rakaat maka hilangkan keraguan dan berpedoman pada apa yang meyakinkan. Dalam hal ini 3 rakaat adalah hal yang meyakinkan dan 4 rakaat adalah meragukan. Logikanya apabila anda ragu apakah sudah sholat 4 rakaat, tentunya anda pasti sudah sholat 3 rakaat. Tidak akan mungkin terjadi sebaliknya, anda ragu sudah sholat 3 rakaat tapi yakin sudah sholat 4 rakaat. Sesuai dengan hadits nabi,” Apabila seseorang ragu mengerjakan shalat, dia lupa berapa rakaat dia telah melakukannya, apakah 3 atau 4 rakaat, maka hilangkanlah keraguannya dan tetaplah dengan apa yang dia yakini.” (HR. Muslim dari Abu Sa’id al-Khudri).&lt;br /&gt;Sayangnya contoh masalah keraguan jumlah rakaat sholat ini juga berpotensi untuk disalahpahami. Mahasiswa bukannya memahami masalah yang lebih mendasar tentang mana yang meragukan dan mana yang meyakinkan tapi malah justru terjebak dengan masalah kehati-hatian. Berkeyakinan pada 3 rakaat kesannya adalah lebih hati-hati ketimbang memilih 4 rakaat. Memang perkara yakin-ragu dengan kehati-hatian sangat dekat, tapi ada perbedaannya.&lt;br /&gt;Untuk menghindari kesalahpahaman tadi, maka sebaiknya jangan hanya melihat contoh dalam masalah ibadah saja tapi lihat juga contoh dalam masalah kehidupan yang lain. Contoh dalam masalah hutang piutang bisa juga dipakai. Apabila si A mengklaim bahwa si B berhutang padanya namun disangkal oleh si B maka yang benar adalah perkataan si B. Karena yang pasti, tentunya tidak ada orang yang berhutang sampai ada hal yang meyakinkan bahwa dia memang berhutang.&lt;br /&gt;Contoh lain, saya menuduh si A telah menjatuhkan laptop saya yang kemudian tuduhan ini disangkal oleh si A, maka yang benar adalah perkataan si A. Karena pada asalnya tidak ada orang yang menjatuhkan laptop saya, kecuali ada bukti yang menunjukkan si A menjatuhkan laptop saya.&lt;br /&gt;Dengan memberikan contoh-contoh seperti ini diharapkan mahasiswa bisa lebih mengerti tentang “al-Yaqinu la yuzalu bissyakki”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30316191270337360-221566719079279904?l=msibki3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://msibki3.blogspot.com/feeds/221566719079279904/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30316191270337360&amp;postID=221566719079279904' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316191270337360/posts/default/221566719079279904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316191270337360/posts/default/221566719079279904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://msibki3.blogspot.com/2009/08/makna-keyakinan-tidak-bisa-dihilangkan.html' title='Makna “Keyakinan tidak bisa dihilangkan dengan adanya keraguan”'/><author><name>yaser amri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12979307396815290338</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_wvLA6sr3d70/SVXYONdhn_I/AAAAAAAAAKw/rJLLtrivHmE/S220/neo.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30316191270337360.post-8583915690575174128</id><published>2009-05-26T07:39:00.000-07:00</published><updated>2009-05-26T09:56:12.319-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='khalaf'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Asy&apos;ariyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='salaf'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ibn Taimiyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hanbali'/><title type='text'>Pilih aqidah Salafi atau Khalafi?</title><content type='html'>Siapa yang disebut Salafi dan siapa pula yang tergolong Khalafi?. Secara bahasa, kedua istilah di atas dapat diartikan dengan yang disebut pertama adalah generasi awal Islam sedang yang kedua adalah generasi yang kemudian. Bagaimana dan kapan munculnya kedua istilah tadi kita tidak bicarakan di sini. Tapi secara garis besar menurut pemahaman yang umum Salafi maupun Khalafi termasuk pada "Ahlussunnah" (Sunni), sebuah kelompok besar Islam di dunia saat ini selain Syiah. Tokoh Salafi yang amat dikenal adalah &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ibn_Hanbal"&gt;Ahmad bin Hanbal&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ibn_Taimiyah"&gt;Ibnu Taimiyah&lt;/a&gt;, sementara dari Khalafi adalah &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ash%27ari"&gt;Asy'ari&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Abu_Mansur_Al_Maturidi"&gt;Maturidi&lt;/a&gt;. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pertentangan keduanya dalam masalah aqidah antara lain adalah:&lt;br /&gt;1. Posisi wahyu, akal dan intuisi sebagai sumber pengetahuan agama.&lt;br /&gt;2. Pemakaian &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ta'wil&lt;/span&gt; dalam ayat-ayat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;mutasyabihat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;3. Penolakan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tajsim&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Anthropomorfic qualites&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;4. Apakah kalamullah baharu atau kekal.&lt;br /&gt;5. Ada atau tidaknya sifat-sifat Tuhan.&lt;br /&gt;6. Tuhan dapat dilihat atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak akan berpanjang-panjang dengan masalah pertentangan keduanya. Yang menarik dari fenomena adanya dua golongan ini adalah pertanyaan seperti yang tertulis dalam judul di atas, "Pilih Salafi atau Khalafi?". Pertanyaan ini datang dari seorang mahasiswa pada dosennya ketika belajar tentang mazhab-mazhab aqidah pada mata kuliah ilmu kalam. Lebih detailnya pertanyaan mahasiswa tersebut kira-kira seperti berikut ini, "Pak, bagaimana kita menyikapi perbedaan pemikiran yang menyangkut dengan aqidah?. Kalau mereka berbeda dalam furu'(fiqih) mungkin tidak ada masalah. Tapi mereka berbeda dalam masalah yang berkaitan dengan aqidah. Kita harus ikut yang mana?. Kalau salah pilih berarti aqidah kita salah. Sedangkan aqidah itu kan udah masalah pokok, bukan furu' lagi". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membingungkan memang, bila kita berpatokan bahwa masalah fiqih adalah furu'iyah dan aqidah adalah asasiyah. Pemahaman mahasiswa tadi tentang fiqih tentu keliru karena fiqih ternyata tak sesederhana yang dia bayangkan. Fiqih juga mencakupi masalah tauhid yang disebut dengan istilah "Fiqih Akbar". Sedangkan masalah aqidah tidak semuanya adalah masalah pokok. Yang dipertentangkan antara salafi dan khalafi memang menyangkut masalah aqidah tapi bukan hal yang pokok. Masalah yang pokok adalah pernyataan bahwa Tuhan hanya ada satu (baik salaf maupun khalaf percaya pada satu Tuhan) dan Nabi muhammad adalah utusannya. dalam hal itulah umat Islam tidak boleh berbeda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan mazhab dalam Islam, baik mazhab aqidah, fiqih, politik, tidak mengeluarkan umat Islam dari ranah aqidah, hukum dan politik Islam. Perbedaan dalam menjabarkan nash yang memungkin untuk berbeda arti memang tidak bisa dihindari dan sudah wajar terjadi. Kita memang harus menganggapnya sebagai sebuah rahmat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nash-nash tersebut ada yang qat'i dilalah dan ada yang zhanni dilalah. Nash yang zanni memang berpotensi untuk dipertentangkan dan itu sah-sah saja selama tidak ada dalil yang jelas tentang itu.  Hal-hal yang dipertentangkan oleh salaf dan khalaf adalah zhanni, walaupun itu menyangkut aqidah. Contoh nash yang termasuk qath'i dilalah adalah "Qul huwallahu ahad". Tidak ada pertentangan dalam nash tersebut karena tidak mempunyai penafsiran lain. Sementara ayat-ayat mutasaybihat semuanya masuk dalam zhanni dilalah karena mempunyai kemungkinan penafsiran yang berbeda-beda, dan berbeda dalam memahami nash yang zhanni dilalah tidak lantas membuat seseorang keluar dari Islam. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30316191270337360-8583915690575174128?l=msibki3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://msibki3.blogspot.com/feeds/8583915690575174128/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30316191270337360&amp;postID=8583915690575174128' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316191270337360/posts/default/8583915690575174128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316191270337360/posts/default/8583915690575174128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://msibki3.blogspot.com/2009/05/pilih-aqidah-salafi-atau-khalafi.html' title='Pilih aqidah Salafi atau Khalafi?'/><author><name>yaser amri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12979307396815290338</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_wvLA6sr3d70/SVXYONdhn_I/AAAAAAAAAKw/rJLLtrivHmE/S220/neo.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30316191270337360.post-5457609331987356764</id><published>2009-05-14T09:21:00.000-07:00</published><updated>2009-05-14T11:07:48.627-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jabbariyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Asy&apos;ariyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mu&apos;tazilah'/><title type='text'>Pilih Jabbariyah, Mu'tazilah atau Asy'ariyah?</title><content type='html'>Berkenaan dengan "Takdir" Jabbariyah berkeyakinan bahwa takdir manusia sudah ditentukan Tuhan. Manusia tidak mempunyai daya untuk merubah nasibnya. Seseorang melakukan kejahatan bukan karena dirinya melainkan sudah keinginan Tuhan. Keyakinan seperti ini berimplikasi pada peniadaan pahala dan dosa, karenanya surga dan neraka tentu juga jadi tak berguna. Sebaliknya Qadariyah memahami bahwa "Takdir" adalah hasil upaya manusia sendiri. Pemahaman yang sama juga dianut oleh Mu'tazilah. Karena Tuhan itu adil maka tak mungkin Dia menjadikan manusia jahat lalu kemudian menghukumnya. Kejahatan manusia adalah upaya manusia sendiri hingga ia pantas untuk dihukum. Asy'ariyah menolak pemahaman Mu'tazilah dengan menawarkan jalan tengah. Menurut aliran ini "Takdir" manusia sudah ditentukan Tuhan namun aliran ini mempunyai teori kasab, di mana manusia  bisa melakukan ikhtiar untuk merubah nasibnya. Sehingga seorang Asy'ariyah akan menjadi Mu'tazilah disaat dia berupaya melakukan sesuatu dan mengambil posisi Jabbariyah ketika mendapatkan hasil usahanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jabbariyah dituduh sebagai "biang kerok" kemunduran Islam. Karena dengan memakai pemahaman Jabbariyah seseorang tidak akan mau berusaha karena apa pun usahanya semuanya sudah ditentukan oleh Tuhan sehingga usahanya hanya sia-sia belaka. Bagi sementara orang, Mu'tazilah cukup berjasa bagi kemajuan umat Islam, karena dengan pemahaman itu lah manusia akan berusaha melakukan yang terbaik demi kepentingannya di dunia maupun akhirat. Pujian serupa juga sempat keluar dari seorang imam Asy'ari pendiri aliran Asy'ariyah dengan mengatakan bahwa Mu'tazilah telah berjasa pada agama Islam karena telah menyelamatkan pemikiran Islam dari rongrongan filsafat Yunani. Akan tetapi di lain tempat Asy'ari menolak faham Mu'tazilah. Dengan melemparkan sebuah batu beliau mengatakan bahwa saya sudah membuang faham Mu'tazilah dari diri saya sebagaimana saya membuang batu ini. dari sini terlihat bahwa Asy'ari mengalami kebingungan antara pilihan untuk mengadopsi Jabbariyah atau Mu'tazilah. Kebingungan ini juga nampak dari teori "jalan tengah"nya yang sulit dicerna akal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara psikologis sebenarnya pilihan untuk memakai faham Jabbariyah lebih selamat. Di saat seseorang mengalami kegagalan dia tidak akan menyesali dirinya melainkan bisa menerimanya karena sudah ketentuan dari Tuhan. Sementara seorang Mu'tazilah akan mengalami depresi karena menyalahkan dirinya ketika dia mengalami kegagalan. Mengenai kecenderungan untuk maju atau mundur, tak diragukan lagi bahwa Mu'tazilah lebih cenderung untuk maju, walaupun berisiko jantungan atau stroke bila gagal, karena "golongan karya" ini lebih senang memakai otaknya dan tidak akan menunggu takdir untuk mencapai sesuatu. Lalu apakah Jabbariyah cenderung mundur karena dia hidup berangkat dari pemahaman bahwa semuanya sudah ditentukan Tuhan?. Hal ini masih perlu dipertanyakan, karena beranggapan bahwa takdir sudah ditentukan Tuhan tidak menunjukkan bahwa si empunya faham tidak akan berusaha. Atau dengan kata lain kita tidak bisa menuduh seseorang tidak akan melakukan usaha apa-apa kalau dia berkayakinan bahwa takdir di tangan Tuhan. Tidak mungkin kah seorang Jabbariyah melakukan suatu usaha karena sebuah perintah Tuhan untuk berusaha?, tanpa harus mengharapkan hasil dari usahanya, karena hasilnya memang sudah ditentukan oleh Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kita bisa membuat sebuah perumpamaan seperti berikut ini. Seorang Mu'tazilah belajar untuk mencapai pintar (untuk kepentingan dirinya), dan bila gagal dia akan menyalahkan dirinya. Seorang Asy'ariyah belajar untuk mencapai pintar (untuk kepentingan dirinya), dan bila gagal dia pasrah pada Tuhan. Seorang Jabbariyah belajar karena dia diperintahkan untuk belajar (untuk kepentingan Tuhan), tentunya dia tak peduli bagaimana hasilnya nanti karena hasil sudah ditentukan Tuhan sebelumnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau lah benar ketiga golongan itu seperti yang digambarkan di atas, lalu anda pilih  pro siapa?. Atau anda sama seperti beberapa teman saya yang pilih "golput" lalu dengan pemikiran yang sederhana memahami ayat Quran apa adanya tanpa harus membuat kesimpulan-kesimpulan. Yang bisa diartikan bahwa anda percaya Takdir di tangan Tuhan, di lain waktu percaya bahwa sebuah kaum tidak akan dirubah Tuhan kalau kaum itu sendiri tidak membuat perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30316191270337360-5457609331987356764?l=msibki3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://msibki3.blogspot.com/feeds/5457609331987356764/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30316191270337360&amp;postID=5457609331987356764' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316191270337360/posts/default/5457609331987356764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316191270337360/posts/default/5457609331987356764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://msibki3.blogspot.com/2009/05/pilih-jabbariyah-mutazilah-atau.html' title='Pilih Jabbariyah, Mu&apos;tazilah atau Asy&apos;ariyah?'/><author><name>yaser amri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12979307396815290338</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_wvLA6sr3d70/SVXYONdhn_I/AAAAAAAAAKw/rJLLtrivHmE/S220/neo.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30316191270337360.post-6752557948229263769</id><published>2008-12-02T00:40:00.000-08:00</published><updated>2008-12-02T01:09:14.775-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilmu pengetahuan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kebesaran Allah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='eksakta'/><title type='text'>Islam dan Ilmu Pengetahuan: Posisi ilmu pasti (eksakta) dalam Islam</title><content type='html'>Dalam Islam sebetulnya tidak ada dikotomi ilmu agama dan ilmu non-agama. Pada dasarnya semua cabang ilmu pengetahuan adalah ilmu Islami. Pada masa kejayaan Islam tidak ada perbedaan derajat ilmu agama dengan ilmu eksakta sehingga cendikiawan muslim pada masa itu banyak yang menguasai beberapa cabang ilmu sekaligus. Ibnu Sina atau Avicena, selain menguasai ilmu kedokteran juga pakar di bidang filsafat agama dan sastra. Ali Tabari, selain ahli di bidang obat-obatan juga pakar dalam filsafat Islam dan astronomi. Al-Razi atau Razes yang dikenal sebagai dokter dan ahli di bidang kedokteran ternyata juga, pada saat yang sama, seorang pakar teologi, filsafat, kimia dan obat-obatan&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ilmu gunanya adalah untuk menyingkap rahasia Allah dan mengenal tanda-tanda kebesaran Allah, yang hasilnya bisa dimanfaatkan untuk menundukkan alam. Rahasia-rahasia Allah ini bisa diungkap dengan meneliti tanda-tanda yang terdapat di dalam jagad raya, termasuk manusia sendiri. Untuk mengelola alam - dengan modal ilmu - manusia butuh &lt;span style="font-style:italic;"&gt;standard of procedure &lt;/span&gt;, aturan-aturan dan cara tertentu yang diinginkan Allah agar pengelolaan alam tersebut berjalan dengan aman dan damai. Prosedur dan aturan-aturan ini disampaikan ke manusia melalui wahyu lewat para rasul yang isinya meliputi aturan yang berkaitan langsung dengan pengelolaan alam dan yang tidak langsung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia yang hendak menyingkap rahasia-rahasia Allah melalui tanda-tanda yang ada di jagad raya menggunakan perangkat ilmu-ilmu alam, seperti fisika, kimia, geografi, geologi, astronomi, falak dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia yang hendak menyingkap rahasia-rahasia Allah melaui tanda-tandaNya yang ada pada manusia dan makhluk hidup lainnya melahirkan perangkat berupa ilmu biologi, kedokteran, psikologi, sosiologi, kominikasi, sejarah dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika manusia hendak menyingkap rahasia-rahasia Allah  melalui tanda-tanda yang disampaikan dalam wahyunya muncullah ilmu-ilmu keagamaan, seperti ulumul Quran, ulumul hadits, fiqh, tafsir, kalam, tasawwuf dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30316191270337360-6752557948229263769?l=msibki3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://msibki3.blogspot.com/feeds/6752557948229263769/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30316191270337360&amp;postID=6752557948229263769' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316191270337360/posts/default/6752557948229263769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316191270337360/posts/default/6752557948229263769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://msibki3.blogspot.com/2008/12/islam-dan-ilmu-pengetahuan-posisi-ilmu.html' title='Islam dan Ilmu Pengetahuan: Posisi ilmu pasti (eksakta) dalam Islam'/><author><name>yaser amri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12979307396815290338</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_wvLA6sr3d70/SVXYONdhn_I/AAAAAAAAAKw/rJLLtrivHmE/S220/neo.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30316191270337360.post-7602025757694501188</id><published>2008-12-02T00:03:00.000-08:00</published><updated>2008-12-02T00:37:23.668-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilmu pengetahuan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tunduk'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='eksakta'/><title type='text'>Islam dan Ilmu Pengetahuan; Hubungan Ilmu Pengetahuan dan Tauhid</title><content type='html'>Dalam Islam, perintah yang paling mendasar adalah menyembah Allah dan mengesakanNya. Mafhum mukhalafahnya adalah larangan menyekutukan Allah, atau melakukan tindakan syirik. Setelah Allah menciptakan manusia dan menyuruh ciptaanNya itu mengesakannya - berarti manusia hanya boleh tunduk padanya dan tidak boleh tunduk pada sesama ciptaanNya - Allah menjadikannya sebagai khalifah di atas bumi. Dalam posisinya itu manusia diberi wewenang untuk mengatur dan mengelola alam, karenanya, Allah menundukkan alam untuk manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;.....dan Dia telah menundukkan bahtera supaya kamu dapat melakukan perjalanan di atasnya dengan perintahNya...&lt;/span&gt; (Q:S, Ibrahim:32)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;.....dan Dia telah menundukkan pula bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya) dan Dia telah menundukkan bagimu malam dan siang&lt;/span&gt; (Q:S, Ibrahim:33)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu, dan binatang-binatang ditundukkan (untukmu) dengan perintahNya&lt;/span&gt; (Q:S, An-Nahl:12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmatNya lahir dan bathin&lt;/span&gt; (Q:S, Al-Luqman:20) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;....Maha Suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya&lt;/span&gt; (Q:S, Al-Zukhruf:13)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ada manusia yang tunduk pada alam maka dia telah menyalahi fungsi penciptaannya, karena sebagaimana firman Allah di atas, seharusnya alamlah yang tunduk pada manusia bukan sebaliknya. Manusia yang tunduk pada alam berarti telah melakukan perbuatan syirik karena tunduk pada yang selain Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, ajaran tauhid melarang manusia untuk tunduk pada alam tapi sebaliknya justru menguasai alam dan memanfaatkannya untuk kepentingan manusia yang pada gilirannya memaksa manusia untuk menguasai hukum alam, yang darinya bersumber ilmu pengetahuan dan teknologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30316191270337360-7602025757694501188?l=msibki3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://msibki3.blogspot.com/feeds/7602025757694501188/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30316191270337360&amp;postID=7602025757694501188' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316191270337360/posts/default/7602025757694501188'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316191270337360/posts/default/7602025757694501188'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://msibki3.blogspot.com/2008/12/islam-dan-ilmu-pengetahuan-hubungan.html' title='Islam dan Ilmu Pengetahuan; Hubungan Ilmu Pengetahuan dan Tauhid'/><author><name>yaser amri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12979307396815290338</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_wvLA6sr3d70/SVXYONdhn_I/AAAAAAAAAKw/rJLLtrivHmE/S220/neo.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30316191270337360.post-6294945901198466344</id><published>2008-11-14T20:07:00.000-08:00</published><updated>2008-11-14T20:33:40.884-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aliran kalam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mesir'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zaidiyyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syiah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ismailiyyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ja&apos;fariyyah'/><title type='text'>Syiah Dan Doktrinnya</title><content type='html'>Syiah adalah sebuah sekte kedua terbesar dalam Islam setelah Sunni yang dalam bidang spiritual dan keagamaannya merujuk pada Ahlu al-Bait. Dilihat dari bahasa, Syiah diambil dari kata Arab yang berarti kelompok, partai atau pengikut. Menurut Thabatabai, istilah Syiah pertama kali ditujukan pada pengikut Ali, seperti Abu Dzar Ghiffari, Miqad bin Al-Aswad dan Ammar bin Yasir.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menurut kalangan Syiah, Ali bin Abi Thalib adalah penerus pemerintahan Nabi yang sah  dis ini dinukilkan oleh orang-orang yang tidak terkenal dan secara akal ditolak. Tidak mungkin semua orang Islam lupa dengan hadis ini waktu terjadi pemilihan khalifah Islam di Tsaqifah Banu Sa’adah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelahiran Syiah&lt;br /&gt; Para Ilmuwan berbeda pendapat tentang kemunculan Syiah. Melihat dari penolakan Syiah terhadap kepemimpinan Abu Bakar, Umar bin Khattab dan Usman bin Affan, sangat mungkin kelompok ini sudah ada sejak wafatnya Nabi, walaupun bukan sebagai faksi politik yang terang-terangan menunjukkan eksistensinya, pemahaman dan doktrinnya sudah tersebar di antara Ahlu al-Bait.&lt;br /&gt; Menurut Abu Zahra Syiah mulai muncul pada masa akhir pemerintahan Usman bin Affan dan berkembang pada pemerintahan Ali. Montgomery Watt berpendapat bahwa Syiah muncul setelah terjadinya arbitrase pada perang Siffin. Pasukan Ali terpecah dua, yang setia disebut Syiah dan yang keluar dari kelompok Ali disebut Khawarij. Sementara P. K. Hitti merujuk pada tanggal 10 Muharram, hari terjadinya tragedy Karbala, sebagai hari lahirnya Syiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doktrin Syiah&lt;br /&gt;Ajaran dasar Syiah tidak jauh berbeda dengan Sunni, beriman pada Allah dan Rasulnya, Malaikat-malaikatnya, Kitabnya, kiamat serta takdir. Mereka juga melakukan Sholat, Zakat, puasa dan Haji. Yang berbeda dari ajaran Sunni adalah pada teori Imamah, Taqiyyah dan Mut’ah. Masalah Imamah adalah hal crusial dalam Syiah. Bagi mereka imam adalah seseorang yang menuntun ummatnya baik dalam masalah politik maupun keagamaan. Imam harus berasala dari keturunan Ali. Imam bagi mereka ma’sum ( terjaga dari dosa) sehingga tidak mungkin salah dan melakukan dosa. Sifat dan kekuasaan imam hamper sama dengan nabi dan imam juga mempunyai pengetahuan tentang rahasia-rahasia Tuhan. &lt;br /&gt;Ajaran lain Syiah adalah Taqiyyah. Menurut sebagian ilmuwan, ajaran Taqiyyah berhubungan dengan masalah Imam al-Muntazar. Semua sekte Syiah berkeyakinan bahwa imam terakhir mereka tersembunyi dan akan muncul kembali di akhir zaman sebagai Imam Mahdi. Sementara pendapat lain mengatakan bahwa Taqiyyah ditujukan pada ajaran bahwa orang Syiah boleh menyembunyikan keyakinannya ( baca: Kesyiahannya ) kepada orang lain.&lt;br /&gt;Muta’ah adalah perkawinan kontrak atau perkawinan yang memakai jangka waktu tertentu. Apabila waktu yang ditentukan sudah habis maka hubungan pernikahan pun selesai. Bagi pengikut Sunni, mut’ah pernah diperbolehkan Nabi namun kemudian dilarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok-kelompok Syia’ah &lt;br /&gt;Syiah Itsna ‘Asyariyah atau disebut juga Ja’fariyyah. Syiah ini percaya pada 12 imam pemimpin Syiah: Ali, Hasan, Husein, Ali Zainal Abidin, Muhammad al-Baqir, Ja'far Shodiq, Musa al-Kazim, Ali Ridha, Muhammad Al-Jawad, Ali Al-Hadi, Hasan Al-Askari, (Mahdi Al-Muntadhar). Imam terakhir menghilang dan diyakini akan kembali sebagai Imam Mahdi di akhir zaman. Golongan ini banyak terdapat di Iran.&lt;br /&gt;Syiah Sab’iyyah atau disebut juga Isma’iliyyah. Syiah ini percaya pada 7 imam pemimpin Syiah. Bila Syi’ah Ja’fariyyah percaya bahwa imam ke-7 adalah Musa al-Kazim anak kedua dari Imam Ja’far Shodiq, maka Syiah Isma’iliyyah mempercayai bahwa imam ke-7 adalah Isma’il anak pertama Imam Ja’far Shodiq. Syiah ini sempat menguasai Mesir dengan pemerintahannya yaitu Fatimiyyah.&lt;br /&gt;Syiah Zaidiyyah didirikan oleh imamnya Zaid bin Ali Zainal Abidin. Dalam  masalah  kekhilafahan  atau  keimaman,  golongan  ini rupanya  lebih  moderat.  Mereka  bisa  menerima Imam Mafdul yakni  imam  yang  dinominasikan,  disamping   adanya   Imam al-Afdal  atau  imam  yang lebih utama. Pikiran seperti ini, tentunya karena  pendiri  sekte  Zaidiyyah,  pernah  berguru kepada  Wasil  ibn 'Ata, pendiri Mu'tazilah. Oleh sebab itu, aliran ini tidak menyalahkan atau membenci khalifah-khalifah sebelum  'Ali  ibn  Abi  Talib. Pendirian tentang [kata-kata Arab] yaitu sahnya imam yang dinominasikan disamping  adanya seorang  imam  yang  lebih  utama, tampaknya mendapat reaksi keras dari Syi'ah  Kufah  dan  menolak  pendirian  tersebut. Itulah sebabnya mereka disebut golongan Syi'ah Rafidah.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30316191270337360-6294945901198466344?l=msibki3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://msibki3.blogspot.com/feeds/6294945901198466344/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30316191270337360&amp;postID=6294945901198466344' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316191270337360/posts/default/6294945901198466344'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316191270337360/posts/default/6294945901198466344'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://msibki3.blogspot.com/2008/11/syiah-dan-doktrinnya.html' title='Syiah Dan Doktrinnya'/><author><name>yaser amri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12979307396815290338</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_wvLA6sr3d70/SVXYONdhn_I/AAAAAAAAAKw/rJLLtrivHmE/S220/neo.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30316191270337360.post-440025259911109004</id><published>2008-09-24T08:46:00.000-07:00</published><updated>2008-11-10T17:45:36.435-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='studi Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='orientalis'/><title type='text'>Signifikansi Studi Islam</title><content type='html'>Agama dan kehidupan beragama tak dapat dipisahkan dari kehidupan seseorang. Setidaknya ada lebih dari 5 agama besar yang penganutnya menyebar di seantero jagat raya. Mempelajari agama bukanlah hanya hak pemeluk agama itu sendiri tetapi juga diperbolehkan bagi orang yang agamanya berbeda. Bagi pemeluk agama sendiri mempelajari agama tujuannya adalah untuk memperdalam pengetahuannya tentang agamanya dan meningkatkan kepercayaan terhadap agamanya tersebut. Sementara bagi "orang luar" mempelajari agama adalah semata-mata untuk ilmu pengetahuan dan pemuasan intelektualisme.&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Studi Islam adalah suatu usaha untuk mempelajari seluk beluk agama Islam secara menyeluruh dan segala sesuatu yang berkaitan dengannya termasuk ajaran-ajarannya, doktrin-doktrinnya, kebudayaannya, sejarahnya dan lain sebagainya. Ada 2 cara pandang dalam studi Islam. Yang pertama meliputi aspek normativitas, yaitu ajaran wahyu yang dibahas melalui pendekatan doktrinal teologis. Sementara cara pandang yang lain adalah yang meliputi aspek historis, yaitu studi kebudayaan Muslim yang dibahas melalui pendekatan keilmuan sosial-keagamaan yang bersifat multi dan interdisipliner.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Studi Islam normatif sudah dimulai oleh orang Islam sejak berdirinya Islam itu sendiri. Mereka mempelajari ajaran-ajaran, wahyu, ibadah ritual dan doktrin yang mutlak benar dan tak dapat dilakukan penelitian atasnya sehingga terkesan statis dan apologetic. Sementara Islam historis mulanya dipelajari oleh orientalist dan semakin populer di abad 20 hingga sekarang. Orientalist adalah orang yang belajar tentang ketimuran atau budaya timur yang secara salah kemudian diartikan sebagai orang non-muslim yang mempelajari tentang Islam. Tujuan mereka sebenarnya adalah untuk mencari kelemahan Islam. Yang biasanya mereka tonjolkan adalah kontradiksi dalil-dalil dalam Quran dan Sunnah, tentang rendahnya posisi wanita dalam ajaran Islam serta kelemahan-kelemahan pribadi Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GoldZiher, seorang orientalis yang selalu mencari kontradiksi antar dalil-dalil hadis  mencoba membuktikan bahwa apa yang dibawa oleh nabi Muhammad bukanlah hal baru melainkan kutipan-kutipan dari agama lain karena hubungannya dengan orang-orang Yahudi dan Nasrani. Motivasi penulis-penulis dari orientalis adalah kebencian terhadap Islam yang berakar dari perang salib.S Parvez Manzoor, dalam bukunya Method Against Truth, mengatakan bahwa kajian orientalis atas Quran lahir daripada kebencian yang dipupuk dalam kekecewaan dan disuburi dengan kesumat. Roger Du Pasquier dalam bukunya Unveiling Islam juga mengatakan bahwa kajian orientalis Barat tidak bersandarkan semangat keadilan kesarjanaan yang tulen dan seringkali berniat untuk meremehkan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun begitu, ada juga kaum orientalis yang benar-benar jujur dengan keintelektualannya dan tidak berdasarkan kebencian seperti Prof T. W Arnold, Stanley Lane Poole, Dr Aloys Sprenger, Edward William Lane, A.J Weinsink, G.B Strenge. Menurut Syeikh Abul Hasan Ali An-Nadawi, karya-karya mereka dianggap mempunyai kualitas ilmu yang baik dan amat sedikit kelihatan sentimen dengki dan benci terhadap Islam. Bahkan sebagian orientalis ada yang justru menemukan kebenaran dan akhirnya masuk Islam, seperti Leopold Weis yang merubah namanya menjadi Muhamad Asad, Margaret Marcus yang kemudian bernama Maryam Jameela, dan Irene Handoyo dari Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini kita bisa mengambil hikmah bahwa Studi Islam jadi hal penting untuk dipelajari, baik studi Islam historis, bahkan yang dikembangkan oleh orientalis sekalipun, untuk mengenal serangan-serangan mereka dan tentu akhirnya mengetahui cara meng&lt;span style="font-style:italic;"&gt;counter&lt;/span&gt; serangan tersebut. Sedangkan studi Islam normatif sudah barang tentu juga penting untuk mendalami ajaran Islam itu sendiri dan pada akhirnya bisa diterapkan dalam kehidupan. Bayangkan, Indonesia sebagai negara Muslim terbesar di dunia ternyata juga meraih posisi teratas dalam korupsi dan kejahatan. Apa ada yang salah dengan Islam? tentu tidak. Yang salah adalah kenapa orang Islam enggan belajar dan medalami agamanya dan menerapkan ajaran agamanya dalam kehidupannya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30316191270337360-440025259911109004?l=msibki3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://msibki3.blogspot.com/feeds/440025259911109004/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30316191270337360&amp;postID=440025259911109004' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316191270337360/posts/default/440025259911109004'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316191270337360/posts/default/440025259911109004'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://msibki3.blogspot.com/2008/09/signifikansi-studi-islam.html' title='Signifikansi Studi Islam'/><author><name>yaser amri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12979307396815290338</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_wvLA6sr3d70/SVXYONdhn_I/AAAAAAAAAKw/rJLLtrivHmE/S220/neo.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30316191270337360.post-9036309549223758430</id><published>2008-01-08T02:15:00.000-08:00</published><updated>2008-11-10T17:47:03.016-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aliran kalam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemikiran Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ilmu kalam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sekte Islam'/><title type='text'>Aliran-aliran pemikiran dalam Islam</title><content type='html'>Introduction&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara masalah aliran pemikiran dalam Islam berarti berbicara tentang Ilmu Kalam. Kalam secara harfiah berarti “kata-kat”. Kaum teolog Islam berdebat dengan kata-kata dalam mempertahankan pendapat dan pemikirannya sehingga teolog disebut sebagai mutakallim  yaitu ahli debat yang pintar mengolah kata. Ilmu kalam juga diartikan sebagai teologi Islam atau ushuluddin, ilmu yang membahas ajaran-ajaran dasar dari agama. Mempelajari teologi akan memberi seseorang keyakinan yang mendasar dan tidak mudah digoyahkan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munculnya perbedaan antara umat Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan yang pertama muncul dalam Islam bukanlah masalah teologi melainkan di bidang politik. Akan tetapi perselisihan politik ini, seiring dengan perjalanan waktu, meningkat menjadi persoalan teologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa nabi Muhammad berada di Madinah dengan status sebagai kepala agama sekaligus kepala pemerintahan, umat Islam bersatu di bawah satu kekuasaan politik. Setelah beliau wafat maka muncullah perselisihan pertama dalam Islam yaitu masalah kepemimpinan. Abu Bakar kemudian terpilih sebagai pemimpin umat Islam setelah nabi Muhammad diikuti oleh Umar pada periode berikutnya. Pada masa pemerintahan Usman pertikaian sesama umat Islam berikutnya terjadi ya pada pembunuhan Usman bin Affan, khalifah ketiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembunuhan Usman berakibat perseteruan antara Muawiyah dan Ali, dimana yang pertama menuduh yang kedua sebagai otak pembunuhan Usman. Ali diangkat menjadi khalifah keempat oleh masyarakat Islam di Madinah. Pertikaian keduanya juga memperebutkan posisi kepemimpinan umat Islam setelah Muawiyah menolak diturunkan dari jabatannya sebagai gubernur Syria. Konflik Ali-Muawiyah adalah starting point dari konflik politik besar yang membagi-bagi umat ke dalam kelompok-kelompok aliran pemikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap Ali yang menerima tawaran arbitrase (perundingan) dari Mu’awiyah dalam perang Siffin tidak disetujui oleh sebagian pengikutnya yang pada akhirnya menarik dukungannya dan berbalik memusuhi Ali. Kelompok ini kemudian disebut dengan Khawarij ( orang-orang yang keluar ). Dengan semboyan La Hukma Illa lillah (tidak ada hukum selain hukum Allah) mereka menganggap keputusan tidak bisa diperoleh melalui arbitrase melainkan dari Allah. Mereka mencap orang-orang yang terlibat arbitrase sebagai kafir karena telah melakukan “dosa besar” sehingga layak dibunuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aliran-aliran teologi Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan “dosa besar” ini sangat berpengaruh dalam perkembangan aliran pemikiran karena ini masalah krusial yang menyangkut dengan  apakah seseorang bisa menjadi kafir karena berbuat dosa besar dan kemudian halal darahnya. Aliran Khawarij mengatakan bahwa pendosa besar adalah kafir maka wajib dibunuh. Paham Khawarij ini memicu munculnya paham yang berseberangan yang mengatakan bahwa orang yang melakukan dosa besar tetap mukmin dan bukan kafir. Adapun dosanya terpulang kepada Allah untuk mengampuninya atau tidak. Paham ini dilontarkan oleh aliran Murji’ah. Sementara aliran Mu’tazilah mengatakan bahwa orang yang melakukan dosa besar tidak menjadi kafir tapi juga tidak bisa disebut mukmin. Mereka berada pada posisi antara keduanya yang dikenal dengan istilah al-manzilah baina al-manzilatain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal apakah orang mempunyai kemerdekaan atau tidak dalam berbuat ada dua aliran yang saling bertentangan. Al-Qadariah mengatakan manusia merdeka dalam berkehendak dan berbuat, sebaliknya  Jabariah menolak free will dan free act. Menurut Jabariah manusia bertindak dengan kehendak dan paksaan Tuhan. Segala gerak-gerik manusia ditentukan oleh Tuhan. Paham ini disebut sebagai fatalisme. Dalam masalah ini aliran yang sepaham dengan Qadariah adalah aliran Mu’tazilah yang juga mengatakan bahwa manusia bebas berkehendak dan melakukan sesuatu sehingga manusia diminta pertangungjawaban atas perbuatannya.  Sementara Abul Hasan al-Asy’ari (935 M) seorang pengikut Mu’tazilah yang keluar dari Mu’tazilah dan mendirikan aliran baru yang disebut dengan Asy’ariah memilih posisi lebih dekat ke Jabariah.Menurutnya seluruh perbuatan manusia adalah atas kehendak Allah hanya saja manusia, menurutnya,  bisa berikhtiar. Selain Asy’ariah, Tahwiah dan Maturidiah juga menentang ajaran-ajaran Mu’tazilah. Asy’ariyah dan Maturidiah yang didirikan oleh Abu Mansur Al-Maturidi disebut juga dengan Ahlussunnah wal Jama’ah.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30316191270337360-9036309549223758430?l=msibki3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://msibki3.blogspot.com/feeds/9036309549223758430/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30316191270337360&amp;postID=9036309549223758430' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316191270337360/posts/default/9036309549223758430'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316191270337360/posts/default/9036309549223758430'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://msibki3.blogspot.com/2008/01/aliran-aliran-pemikiran-dalam-islam.html' title='Aliran-aliran pemikiran dalam Islam'/><author><name>yaser amri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12979307396815290338</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_wvLA6sr3d70/SVXYONdhn_I/AAAAAAAAAKw/rJLLtrivHmE/S220/neo.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30316191270337360.post-8372517556529843206</id><published>2007-10-22T04:08:00.000-07:00</published><updated>2007-10-22T04:11:05.263-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='religion'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='career'/><title type='text'>Study of religion and YOU</title><content type='html'>The freedom of intellectual exploration is one of the joys of being in college, but most college students also have practical concerns about how studying religion will help in "the real world."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The study of religion leads in many directions, qualifying undergraduates for further study in graduate school and giving them a leg up in certain areas of the job market. Most religion departments offer students training in a unique combination of skills, including direct observation, critical thinking, and cross-cultural understanding. In many professional fields, such skills are in high demand. In addition, many religion majors or minors go on to study law, business, education, and medicine in graduate school. Some students choose to make religion the center of a professional career, either as the leader of a religious community, or as an academic specialist in higher education. In short, the study of religion offers a wide array of opportunities and a firm foundation for a successful and fulfilling career.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30316191270337360-8372517556529843206?l=msibki3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://msibki3.blogspot.com/feeds/8372517556529843206/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30316191270337360&amp;postID=8372517556529843206' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316191270337360/posts/default/8372517556529843206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316191270337360/posts/default/8372517556529843206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://msibki3.blogspot.com/2007/10/study-of-religion-and-you.html' title='Study of religion and YOU'/><author><name>yaser amri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12979307396815290338</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_wvLA6sr3d70/SVXYONdhn_I/AAAAAAAAAKw/rJLLtrivHmE/S220/neo.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30316191270337360.post-8426687036014138985</id><published>2007-10-17T01:51:00.000-07:00</published><updated>2008-11-10T17:49:00.138-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='riset agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='studi agama'/><title type='text'>PENELITIAN AGAMA</title><content type='html'>Introduction&lt;br /&gt;Agama dan kehidupan beragama merupakan fenomena yang tak terlepaskan dari kehidupan dan perjalanan sejarah kehidupan manusia. Setidaknya ada lebih dari 5 agama besar berbeda yang yang mempunyai penganut di seluruh dunia. Agama-agama ini tumbuh dan berkembang sebagaimana yang disampaikan oleh penganutnya secara turun temurun. Walaupun secara garis besar agama-agama ini mempunyai aspek-aspek yang sama i. e. Sistem keimanan, ritual, norma, namun sifat dan detailnya tentu berbeda. Ada yang inklusif pluralis ada pula yang eksklusif, ada yang missionary ada pula yang non-missionary. Penelitian agama perlu dilakukan untuk mengetahui fenomena agama dalam kehidupan dan mengetahui perbedaan antar agama agar bisa menentukan sikap yang seharusnya diambil oleh penganut agama masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pengertian penelitian&lt;br /&gt;Penelitian berasal dari kata teliti, dalam Kamus Bahasa Indonesia, W.J.S. Poerwadarminta berarti cermat atau seksama. Penelitian sama artinya dengan penyelidikan atau pemeriksaan yang dilakukan secara teliti. Dalam ilmu pengetahuan penelitian bisa kita artikan sebagai upaya menemukan jawaban yang bisa dipertanggungjawabkan atas sejumlah masalah berdasarkan data-data yang terkumpul melalui prosedur-prosedur ilmiah; sistematis, terkontrol, bersifat empiris dan kritis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian agama&lt;br /&gt;Definisi agama yang diberikan oleh para ilmuwan berbeda-beda. Ini mungkin karena adanya pengaruh dari agama yang dianut oleh para ilmuwan tersebut. Setidaknya kita akan kemukakan beberapa definisi agama menurut ilmuwan-ilmuwan berikut:&lt;br /&gt;· Kepercayaan terhadap kekuatan gaib. (E.B. Taylor)&lt;br /&gt;· Perasaan dan pengamalan seseorang yang menganggap bahwa mereka behubungan dengan apa yang dipandangnya sebagai tuhan. (James)&lt;br /&gt;· Suatu ketundukan kepada kekuatan yang lebih tinggi daripada manusia yang dipercaya mengatur dan mengendalikan jalannya alam dan kehidupan manusia. (J.G. Frazer)&lt;br /&gt;· Ikatan yang harus dipatuhi manusia yang berasal dari kekuatan yang lebih tinggi dari manusia. (Harun Nasution)&lt;br /&gt;· Suatu peraturan tuhan yang mendorong jiwa seseorang yang berakal untuk memegang peraturan tuhan itu atas pilihannya sendiri untuk mencapai kebaikan hidup dan kebahagiaan kelak di akhirat. (Taib Tahir abdul mu’in)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian agama&lt;br /&gt;Dari definisi-definisi di atas dapat kita ambil beberapa aspek pokok yang terkandung dalam agama. Pertama, sistem credo (keimanan) terhadapap kekuatan gaib di luar kemampuan manusia, kedua, sistem ritus (peribadatan) terhadap apa yang dianggapnya tuhan, ketiga, sistem norma (aturan) yang mengatur hubungan antar manusia dan alam.&lt;br /&gt; Melihat dari asal usulnya, menurut klasifikasi Hegel, filosof Jerman, agama dapt kita bagi 3, yaitu:&lt;br /&gt;1. Agama individual, yaitu agama yang timbul karena dorongan hati manusia yang dihasilkan oleh pemikiran seseorang sebagai realisasi dorongan hati nurani.&lt;br /&gt;2. Agama alamiah, yaitu agama yang timbul dari perasaan takut terhadap kekuasaan alam yang kadang-kadang membahayakan keselamatan manusia.&lt;br /&gt;3. Agama absolut, yaitu agama yang mempunyai doktrin ajaran yang tidak dapat diganggu/diubah oleh manusia karena dia turun dari tuhan dalam bentuk wahyu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok 1 &amp;amp; 2 disebut juga sebagai agama ardhi atau non-revealed (non-wahyu) sedang kelompok 3 disebut sebagai agama samawi atau revealed (wahyu). Penelitian agama dapat dilakukan secara penuh pada agama non-wahyu, baik ajaran, doktrin dan pengamalannya karena dia merupakan produk budaya. Sedangkan pada agama wahyu penelitian dapat dilakukan pada sisi pengamalan agama atau prakteknya saja, sementara doktrin dan ajarannya tidak dapat ”diteliti” karena sudah merupakan hukum Tuhan yang mutlak benar.&lt;br /&gt;Penelitian bisa dilakukan dari berbagai sudut pandang karenanya dia bisa mempunyai bermacam bentuk. Berikut ini adalah beberapa bentuk penelitian:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Dilihat dari segi hasil yang ingin dicapai, penelitian dapat dibagi menjadi:&lt;br /&gt;1. Exploratory atau descriptive (menjelajah) = Pengetahuan mengenai persoalan masih kurang atau belum ada sama sekali.&lt;br /&gt;2. Explanatory (menjelaskan) = Sudah ada teori yang menjadi dasar hipotesa (kesimpulan sementara)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Dilihat dari bahan atau obyeknya&lt;br /&gt;1. Library research (kepustakaan) = menggunakan bahan tertulis i.e. manuskrip, buku, majalah dll.&lt;br /&gt;2. Field research (riset lapangan) = informasi diperoleh dari sasaran penelitian i.e. wawancara, angket, observasi dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Dilihat dari cara menganalisa&lt;br /&gt;1. Qualitative = dilakukan pada objek penelitian yang bersifat sosiologis&lt;br /&gt;2. Quantitative = dilakukan pada objek yang bersifat fisik dan dapat dihitung jumlahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Dilihat dari metode dasar dan rancangan penelitian&lt;br /&gt;1. Historis = Membuat rekonstruksi masa lampau&lt;br /&gt;2. Penelitian kasus dan lapangan = Mempelajari secara intensif latar belakang keadaan sekarang.&lt;br /&gt;3. Correlational research = mendeteksi sejauh mana satu faktor berkaitan dengan satu atau lebih faktor lain.&lt;br /&gt;4. Causal comperative = Menyelidiki kemungkinan hubungan sebab akibat denagn cara pengamatan pada akibat yang ada kemudian mencari kembali faktor yang mungkin jadi penyebab melalui data tertentu.&lt;br /&gt;5. Experimental sungguhan = menyelidiki kemungkinan hubungan sebab akibat dengan cara mengenakan pada satu atau lebih kelompok eksperimental kemudian dibandingkan dengan kelompok yang tidak dikenai perlakuan.&lt;br /&gt;6. Penelitian tindakan = mengembangkan keterampilan baru untuk memecahkan masalah dengan penerapan langsung di dunia aktual.&lt;br /&gt;7. Survei =Pengumpulan informasi dari beberapa sampel yang mewakili secara keseluruhan.&lt;br /&gt;8. Grounded research = Pendekatan kualitatif bertolak dari data yang dikumpulkan dengan menggunakan wawancara bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah penyusunan draft penelitian agama&lt;br /&gt; Dalam penyusunan draft penelitian agama yang lazim digunakan adalah :&lt;br /&gt;1. Unsur latar belakang masalah, 2. Studi kepustakaan, 3. Landasan teori, 4. Metodologi, 5. Kerangka analisa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macam-macam pendekatan&lt;br /&gt;· Regional (kawasan) = Menurut wilayah di mana masalah itu terjadi.&lt;br /&gt;· Comparative (perbandingan) = membandingkan berbagai pendapat atau objek penelitian sehingga dapat diketahui persamaan dan perbedaannya.&lt;br /&gt;· Topical (topik) = Mengkaji masalah dengan cara mengelompokkannya dalam topik-topik tertentu.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30316191270337360-8426687036014138985?l=msibki3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://msibki3.blogspot.com/feeds/8426687036014138985/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30316191270337360&amp;postID=8426687036014138985' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316191270337360/posts/default/8426687036014138985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316191270337360/posts/default/8426687036014138985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://msibki3.blogspot.com/2007/10/penelitian-agama.html' title='PENELITIAN AGAMA'/><author><name>yaser amri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12979307396815290338</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_wvLA6sr3d70/SVXYONdhn_I/AAAAAAAAAKw/rJLLtrivHmE/S220/neo.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
